Kemenbud tegaskan komitmen merawat Borobudur sebagai warisan budaya 750x536 1

Jakarta, Lingkar.news – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan komitmen dalam menjaga dan merawat Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan bahwa Borobudur tidak hanya tempat suci bagi jutaan umat Buddha, tetapi juga perwujudan fisik dari perjalanan batin manusia menuju pencerahan.

“Merawat Borobudur adalah merawat ingatan peradaban dan kita berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh tanggung jawab bagi generasi yang akan datang,” kata Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (01/06/2026)

Fadli Zon menyebut, Kementerian Kebudayaan mendukung penuh penyelenggaraan rangkaian Hari Raya Waisak Nasional 2570 BE/2026, sekaligus sebagai Pelindung dalam kepanitiaan nasional perayaan Waisak tahun ini.

Saat menghadiri kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 yang diselenggarakan di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Minggu, Fadli Zon menyampaikan bahwa Waisak merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Melalui tema Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan dengan subtema Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia, kegiatan Dharmasanti menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, dan meneguhkan semangat perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kementerian Kebudayaan berharap rangkaian perayaan Waisak Nasional tahun 2026 dapat terus memperkuat nilai toleransi, mempererat harmoni antarumat beragama, sekaligus memperkuat peran warisan budaya Indonesia sebagai ruang spiritual, kebudayaan, dan perdamaian dunia.

Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Hartati Murdaya dalam laporannya menyampaikan bahwa Dharmasanti bertujuan memperkokoh pengamalan Dharma, mempererat persatuan bangsa, serta membawa kedamaian bagi Indonesia.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungan terhadap pelaksanaan rangkaian Waisak Nasional.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan atas dukungan dan semangat yang diberikan dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat Buddha di kawasan budaya Candi Borobudur,” ujar Hartati Murdaya.

Hartati juga menyinggung pentingnya pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi sebagai salah satu pusat pembelajaran agama Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 hingga ke-13.

Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat Biksu besar asal India, Atisha Dipangkara, mempelajari ajaran Buddha kepada Mahaguru Dharmakirti. (rara-lingkar.news)