
JEMBER, Lingkar.news – Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menyampaikan ucapan selamat kepada Nanik Sudaryati Deyang yang telah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember optimistis kepemimpinan baru di BGN akan semakin memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menilai Nanik S. Deyang merupakan sosok yang memiliki integritas dan rekam jejak yang baik dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Menurutnya, Program MBG tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, khususnya sektor pertanian dan usaha mikro.
“MBG bukan hanya pemenuhan gizi semata, melainkan bagi kami di daerah, MBG adalah program yang dapat mendorong ekonomi daerah. Program ini juga memastikan bahwa produk-produk dari petani harganya bisa layak dan diserap oleh MBG,” ujar Gus Fawait.
Sesuai fakta di lapangan, beberapa komoditas di Jember seperti jeruk dan produk asli Jember lainnya mengalami kenaikan setelah adanya program MBG. Dampak program MBG sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani dan buruh tani, karena memberikan efek positif yang signifikan bagi perekonomian.
“Kami, Pemerintah Kabupaten Jember siap menyukseskan program MBG dari Presiden Prabowo Subianto. Kami juga yakin, melalui program MBG ini, keterpenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui dapat dipastikan sangat terjamin,” ujar Gus Fawait.
Program MBG menjadi instrumen nyata pemerataan anggaran nasional karena mampu mengalihkan perputaran dana APBN yang selama ini berpusat di Jakarta langsung ke daerah-daerah.
Di Kabupaten Jember, potensi kehadiran sekitar 400 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diproyeksikan mampu menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp4,6 triliun yang sangat menguntungkan petani serta UMKM lokal.
Menurut Gus Fawait, meskipun masih memerlukan berbagai penyempurnaan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa program MBG terbukti sukses memperkuat ekonomi pedesaan dan menjaga stabilitas harga pangan lokal.
Dampak nyata tersebut salah satunya terlihat di sentra jeruk Jember Barat, di mana harga jual melonjak stabil hingga Rp15.000 per kilogram yang secara otomatis mendongkrak pendapatan petani, kesejahteraan buruh tani, serta menciptakan multiplier effect ekonomi yang besar.
“Pemerintah Kabupaten Jember siap bersinergi dengan BGN di bawah kepemimpinan Ibu Nani untuk memastikan program ini berjalan sesuai amanat Presiden dalam memenuhi gizi nasional dan mewujudkan pemerataan pembangunan,” tandas Gus Fawait.
“Kami yakin, lewat kolaborasi ini produk petani dan UMKM lokal akan terserap dengan harga stabil, sehingga kesejahteraan para petani hingga buruh tani dapat terangkat secara optimal,” sambungnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki
