kepala bgn sudaryono 2 750x536 1

JAKARTA, Lingkar.news Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan menu makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib dikonsumsi maksimal empat jam setelah matang.

Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN menjaga keamanan dan kualitas pangan yang diberikan kepada para penerima manfaat, khususnya peserta didik.

Kepala BGN Sudaryono mengimbau peserta didik dan pihak sekolah memastikan makanan MBG dikonsumsi sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

“Badan Gizi Nasional telah memberlakukan label makanan yang wajib dikonsumsi atau dimakan empat jam setelah makanan itu matang. Kami mengimbau para siswa, para peserta didik, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk sama-sama mengecek sebelum makanan MBG dikonsumsi,” ujar Sudaryono, Senin (10/8/2026).

Menurut Sudaryono, pengecekan waktu konsumsi merupakan langkah sederhana tetapi penting untuk memastikan makanan MBG tetap aman ketika disantap.

Karena itu, makanan yang sudah melewati batas waktu konsumsi yang ditentukan BGN tidak boleh dikonsumsi.

“Manakala lebih dari jam yang ditentukan, kami mohon dengan sangat hormat untuk tidak dikonsumsi. Saya ulangi, untuk tidak dikonsumsi manakala melewati jam batas yang ditentukan,” tegasnya.

BGN menempatkan keamanan pangan sebagai salah satu aspek penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tidak hanya dituntut memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga harus aman untuk dikonsumsi.

Aturan batas waktu empat jam tersebut menjadi salah satu langkah pengawasan untuk menjaga kualitas makanan MBG setelah matang hingga dikonsumsi oleh peserta didik.

Sudaryono menegaskan penerapan aturan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama sekolah, guru, dan peserta didik.

Guru dan pihak sekolah diharapkan turut mengecek label serta waktu konsumsi sebelum makanan MBG diberikan kepada siswa. Sementara itu, peserta didik juga diimbau tidak mengonsumsi makanan yang telah melewati batas waktu yang ditetapkan.

Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut diharapkan dapat membantu mencegah risiko keamanan pangan sekaligus memastikan program MBG memberikan manfaat secara optimal kepada penerima.

“MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi. Insyaallah kami, Badan Gizi Nasional, terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik,” pungkas Sudaryono.

Jurnalis: Hms
Editor: Basuki