
GRESIK, Lingkar.news – Dewan Pengurus Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau DPC IWAPI Gresik periode 2026-2031 menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat kapasitas perempuan pengusaha dan pelaku UMKM. Program tersebut meliputi digitalisasi usaha, perluasan jejaring bisnis, peningkatan akses permodalan, hingga pelatihan keterampilan.
Rencana tersebut disampaikan Ketua DPC IWAPI Gresik periode 2026-2031 Riana setelah dirinya bersama jajaran pengurus resmi dilantik dan dikukuhkan di Aula Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Selasa (1/9/2026).
Pelantikan dilakukan Ketua DPD IWAPI Jawa Timur Susmiati Rahmawati dan disaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta sejumlah undangan.
Kepengurusan baru IWAPI Gresik mengusung tema “IWAPI Berdaya, Wanita Pengusaha Penggerak Indonesia Emas”. Melalui kepengurusan tersebut, IWAPI Gresik menargetkan penguatan kapasitas anggota agar pelaku usaha perempuan mampu meningkatkan skala usaha dan bersaing di pasar.
Riana mengatakan digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperkuat oleh pelaku usaha. Selain membantu pengembangan bisnis, pemanfaatan teknologi juga dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas.
Selain digitalisasi, program pengurus baru juga diarahkan pada perluasan jejaring bisnis, peningkatan akses permodalan, serta pelatihan keterampilan bagi anggota.
“Keberhasilan ini tentu membutuhkan sinergi dan kolaborasi. Kami siap bermitra strategia dengan pemerintah daerah, dunia industri, maupun perbankan dan seluruh pemangku kepentingan. Mari kita rapatkan barisan bekerja dengan gotong royong dan komitmen dalam pemberdayaan perempuan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” singkatnya.
Pemda Siap Berikan Dukungan untuk Program IWAPI Gresik
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pemerintah daerah siap mendukung program IWAPI, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan penguatan UMKM.
Menurut Yani, perempuan pengusaha memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi perempuan perlu diperkuat.
Yani juga mengajak pengurus IWAPI DPD maupun DPC meneladani kiprah Nyai Ageng Pinatih yang dikenal memiliki peran dalam aktivitas perdagangan di Gresik pada masa lampau.
“Nyai Ageng Pinatih bukan sekadar tokoh sejarah biasa. Beliau adalah representasi nyata dari kepemimpinan perempuan yang visioner, mandiri, dan memiliki kemampuan manajerial luar biasa dalam mengelola pelabuhan dan armada dagang besar pada eranya,” tuturnya.
Ia berharap semangat dan nilai perjuangan Nyai Ageng Pinatih dapat menjadi inspirasi bagi perempuan Gresik untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan.
Menurut Yani, penguatan ekonomi berbasis gender menjadi salah satu isu yang perlu mendapatkan perhatian. Kaderisasi organisasi perempuan juga dinilai penting agar program pemberdayaan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Gresik, kata dia, terbuka untuk mendukung kegiatan IWAPI, termasuk dalam pemberdayaan UMKM maupun program lainnya.
“Oleh karena itu, penguatan sektor UMKM yang dikelola oleh perempuan menjadi salah satu prioritas pembangunan. Hubungan sinergis antara pemerintah dan organisasi perempuan diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Ketua DPD IWAPI Provinsi Jawa Timur Susmiati Rahmawati mengatakan organisasi tersebut berkomitmen menjalankan program yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif.
Menurut Susmiati, sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat pelaku usaha perempuan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
IWAPI juga terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatan tersebut dinilai tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pemenuhan gizi anak, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk terlibat dalam rantai penyediaan pangan.
“Program MBG tidak hanya menjawab kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi. Petani, peternak, hingga pelaku UMKM ikut terlibat dalam penyediaan bahan pangan,” ungkapnya.
Susmiati menambahkan, IWAPI juga menjalankan program yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon dan kolaborasi dengan pihak kehutanan.
“IWAPI juga aktif dalam berbagai aksi hijau seperti penanaman pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) maupun kolaborasi di tingkat daerah. IWAPI bekerja sama dengan pihak kehutanan untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup dan program penghijauan nasional,” tuturnya.
Dengan pelantikan kepengurusan baru tersebut, IWAPI Gresik diharapkan dapat memperluas program pemberdayaan perempuan pengusaha, sekaligus memperkuat koneksi antara pelaku UMKM dengan pemerintah, dunia industri, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan pelantikan turut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Gresik dr. Shinta Puspitasari, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Gresik Yuristy Fadly Subur Karamaha, General Manager Aston Gresik Paminta Nugraha, General Manager Gressmall Gresik Erich Pramono Bangun, serta Ketua DPC IWAPI kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi
