
SURABAYA, Lingkar.news – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan PR INDONESIA Women Communication Leader Awards (PRIWOLA) 2026 kategori Kepala Daerah Perempuan Bereputasi.
Khofifah mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kerja bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada PR INDONESIA atas apresiasi ini. Penghargaan ini saya dedikasikan kepada masyarakat Jawa Timur, seluruh jajaran Pemprov Jatim, insan kehumasan, media, dan para mitra yang terus menjaga komunikasi publik di Jawa Timur tetap sehat serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Khofifah, komunikasi publik tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga memastikan pemerintah mendengar masyarakat dan memberikan penjelasan yang mudah dipahami.
“Komunikasi publik mencakup penyampaian informasi, kesediaan untuk mendengar, pemberian penjelasan yang jernih, serta upaya memastikan masyarakat memahami tujuan dan manfaat setiap kebijakan,” ujarnya.
Ia mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dibangun melalui konsistensi antara informasi yang disampaikan dan pekerjaan yang dilakukan. Karena itu, komunikasi publik perlu berjalan beriringan dengan kebijakan yang terukur, pelayanan responsif, dan kerja nyata.
Tantangan komunikasi publik, lanjut Khofifah, semakin besar seiring perkembangan teknologi digital yang membuat arus informasi bergerak cepat. Kondisi tersebut menuntut pemerintah menyampaikan informasi secara cepat sekaligus tetap menjaga akurasi.
“Masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, benar, dan utuh. Setiap informasi pemerintah harus membantu masyarakat mengambil keputusan, memperoleh layanan, dan memahami langkah yang sedang dilakukan pemerintah,” katanya.
Untuk menjaga komunikasi publik, Khofifah juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat Jawa Timur yang memiliki karakter dan kebutuhan informasi beragam.
“Pemerintah tidak cukup hanya berbicara. Kita juga harus mendengar. Aspirasi, kritik, maupun masukan dari masyarakat harus menjadi bagian dari proses perbaikan pelayanan dan pembangunan,” ujarnya.
Ia menilai sinergi dengan insan media, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat juga penting untuk menjaga ekosistem komunikasi publik yang sehat.
Khofifah berharap penghargaan PRIWOLA 2026 dapat menjadi penyemangat bagi jajaran Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat. Penghargaan tersebut juga diharapkan mendorong semakin banyak perempuan mengambil peran dalam kepemimpinan publik.
“Semoga apresiasi ini dapat menjadi penyemangat bagi semakin banyak perempuan untuk berani mengambil peran, menyampaikan gagasan, dan menghadirkan perubahan yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” katanya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
