asisten atase industri dan perdagangan timor leste kunjungi kadin jawa timur 750x536 1

SURABAYA, Lingkar.news Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dan Timor Leste menjalin kerja sama strategis di berbagai bidang mulai dari perdagangan, UMKM, hingga investasi di sektor daur ulang.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Perdagangan dan Promosi Luar Negeri, Tommy Kayhatu, menyatakan bahwa hubungan dagang Jatim dan Timor Leste sepanjang 2021–2025 menunjukkan kinerja positif.

“Jatim menjadi mitra dagang strategis bagi Timor Leste karena kedekatan geografis dan produk yang diekspor sudah banyak diterima di sana,” kata Tommy di Surabaya, Sabtu (28/2/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Jatim ke Timor Leste pada 2023 mencapai 243,18 juta dolar AS dengan surplus perdagangan 237,68 juta dolar AS.

Tren ini berlanjut pada 2024 dengan surplus tertinggi 254,84 juta dolar AS, sedangkan hingga Oktober 2025 surplus tercatat 238,29 juta dolar AS.

Fokus Kerja Sama UMKM dan Industri Kecil

Asisten Atase Industri dan Perdagangan Timor Leste, Ricardo de Araujo, menyebut negaranya yang relatif baru merdeka masih dalam tahap pembangunan sehingga membutuhkan penguatan sektor industri kecil dan menengah.

Menurutnya, UMKM menjadi salah satu fokus utama kerja sama. Saat ini jumlah UMKM di Timor Leste masih terbatas, dan ia menilai Jatim memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan.

Kami membutuhkan pendampingan di sektor kerajinan tenun, makanan ringan, dan perabot rumah tangga sederhana,” ujar Ricardo.

Peluang Investasi Daur Ulang dan Alat Berat

Selain UMKM, Timor Leste menawarkan peluang investasi besar di pengelolaan sampah dan daur ulang, karena negara tersebut belum memiliki sistem pemilahan dan daur ulang.

“Untuk daur ulang belum ada sistem. Sampah masih dikumpulkan di satu tempat saja,” kata Ricardo.

Ricardo juga menyoroti kebutuhan suku cadang dan layanan purna jual alat berat. Banyak pengusaha Timor Leste membeli alat berat dari Indonesia, namun menghadapi kendala ketersediaan suku cadang.

“Setelah alat berat beroperasi satu sampai dua tahun, sering bermasalah karena tidak ada suku cadang di sana,” ujarnya.

Beberapa produk utama yang diekspor dari Indonesia ke Timor Leste antara lain bahan bangunan, makanan, obat-obatan, kosmetik, dan alat berat.

Dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, Timor Leste berharap kerja sama dengan Kadin Jatim dapat lebih konkret dan berkelanjutan.

“Harapan kami ke depan kerja sama dengan Kadin Jawa Timur bisa berjalan lebih baik dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki