
NGANJUK, Lingkar.news – Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat perekonomian rakyat.
Dalam peresmian yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Presiden menyoroti Kopdes Merah Putih sudah dipersiapkan dan dimulai pembangunan fisik bangunannya di ribuan lokasi sejak November 2025.
“Pembangunan fisik saja dimulai sekitar November 2025 sampai sekarang. Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi,” kata Prabowo.
Peresmian itu menandai 1.061 Kopdes Merah Putih siap beroperasi, dengan rincian 530 unit koperasi di tujuh kabupaten di Jawa Timur dan 531 unit di delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Masing-masing Kopdes Merah Putih mempekerjakan 17 pekerja, yang seluruhnya berasal dari desa tempat Kopdes Merah Putih itu berada.
Menurutnya, keberadaan Kopdes Merah Putih di berbagai lokasi akan membantu mendorong perekonomian Indonesia, mulai dari tingkat desa, dan juga turut mendukung kemandirian desa.
Prabowo menargetkan minimal 20 ribu Kopdes Merah Putih dapat beroperasi mulai Agustus tahun ini.
“Dari seribu ini, dilaporkan kepada saya bahwa pada bulan Agustus, kita akan lompat meresmikan 30 ribu koperasi. Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, saya katakan 20 ribu ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang diketemukan di negara lain,” ungkap Presiden.
Presiden menuturkan koperasi yang resmi dioperasikan tersebut telah dilengkapi dengan gedung, gudang, sistem, barang, petugas, hingga sarana logistik seperti truk, kendaraan pikap, dan kendaraan roda tiga.
Prabowo menilai capaian itu menjadi tonggak penting dan bersejarah karena operasionalisasi koperasi dilakukan secara serentak dengan dukungan sarana fisik yang lengkap.
Ia juga menjelaskan jumlah koperasi yang diresmikan awalnya direncanakan sekitar 1.300 unit, namun kemudian diubah menjadi 1.061 unit atas usulan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota.
“Dirut Agrinas ingat bahwa saya suka angka delapan. Jadi kalau begitu Pak, tidak usah 1.300, 1.061 saja Pak. Jadi kalau 1 sama 6 itu 7, 7 sama 1 delapan. Jadi ini orang Indonesia suka ghathuk-ghathuk, mencari-cari, tapi itu hanya untuk semangat saja. Intinya, kita mendirikan dari konsep sampai terwujud kurang dari satu tahun,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo menyampaikan laporan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang menyebut lebih dari 9.000 gedung, gudang, dan sistem koperasi telah siap secara fisik.
“9.000 gedung, 9.000 gudang, 9.000 sistem sudah berhasil. Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia,” katanya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
