
SURABAYA, Lingkar.news — Siswa kelas VIII Pondok Tahfidz Modern Al Imam Kediri, Ananda Averrous Azka Muhammad, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dalam ajang Muda Hubbul Qur’an ke-4 yang digelar di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya.
MHQ menjadi ajang kompetitif dan bergengsi yang diikuti peserta terbaik dari berbagai sekolah dan pondok.
Para peserta diuji bukan hanya dari sisi kekuatan hafalan, tetapi termasuk ketepatan bacaan (tajwid), kelancaran, adab, ketenangan, serta kesiapan mental saat tampil di hadapan dewan juri.
Di tengah atmosfer lomba yang menegangkan, Averrous Azka tampil tenang, fokus, dan penuh percaya diri. Lantunan ayat-ayat suci yang keluar dari hafalannya mengalir lancar, mencerminkan proses panjang pembinaan tahfidz, kedisiplinan muroja’ah, serta kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. Penampilan inilah yang akhirnya mengantarkannya meraih posisi tertinggi, Juara 1, mengungguli para peserta lainnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan MHQ “Muda Hubbul Qur’an” ke-4 ini memiliki nilai strategis nasional, karena telah disetujui dan mendapat pengakuan resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, melalui Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam, Dr. Muhammad Amak Burhanudin, M.Pd. Dukungan tersebut menegaskan bahwa pembinaan generasi Qur’ani menjadi bagian penting dari arah pembangunan pendidikan agama di Indonesia.
Keberhasilan Ananda Averrous Azka Muhammad menjadi kebanggaan besar bagi Pondok Tahfidz Modern Al Imam Kediri.
Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa lembaga tahfidz modern mampu melahirkan santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul secara prestasi dan mental kompetisi.
Di tengah derasnya arus digital dan tantangan moral generasi muda, prestasi ini hadir sebagai oase inspirasi bahwa Al-Qur’an tidak pernah menghalangi mimpi, justru menjadi fondasi kuat untuk meraih masa depan gemilang.
Dari Kediri ke Surabaya, dari hafalan ke prestasi— santri muda ini menegaskan satu pesan penting
“Ketika Al-Qur’an dicintai sejak dini, lahirlah generasi tangguh, berakhlak, dan berprestasi.”
Prestasi Averrous Azka Muhammad bukanlah akhir, melainkan awal dari lahirnya lebih banyak generasi muda pecinta Al-Qur’an yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang bercahaya.
