
MALANG, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemrpov Jatim) memastikan peningkatan kualitas layanan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB melalui program revitalisasi serta rehabilitasi sekolah pada tahun 2026. Program tersebut dipastikan tetap berjalan meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan Pemprov Jatim akan langsung bergerak cepat sejak awal 2026 guna memastikan seluruh sekolah memiliki fasilitas pendidikan yang layak dan memenuhi standar pelayanan.
“Kami ingin memastikan bahwa pada awal tahun 2026 insyaallah Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap tancap gas dan gerak cepat semuanya. Ini supaya semua sekolah memiliki kualitas layanan yang semakin baik,” kata Khofifah seusai meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sekolah di wilayah Malang Raya yang dipusatkan di SMK Negeri 12 Singosari, Kabupaten Malang, Jumat, 2 Desember 2025.
Khofifah menjelaskan, revitalisasi dan rehabilitasi yang telah rampung di 35 sekolah di wilayah Malang Raya mencakup SMA, SMK, dan SLB. Pekerjaan difokuskan pada penambahan ruang kelas, pemenuhan sarana laboratorium, serta perbaikan fasilitas sanitasi.
Menurutnya, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi faktor penting dalam menciptakan kenyamanan siswa selama proses belajar mengajar.
“Kami menginginkan semua sekolah memiliki fasilitas sesuai dengan standar pelayanan yang baik,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa pembiayaan program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah pada 2026 masih mengandalkan dana bantuan dari pemerintah pusat serta alokasi 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur.
Ia menegaskan, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meskipun terdapat kebijakan efisiensi anggaran.
Pada awal 2026, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur telah menerima ribuan proposal pengajuan bantuan revitalisasi dan rehabilitasi dari SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta. Proposal tersebut diajukan sejak 2025 dan selanjutnya akan diteruskan ke pemerintah pusat.
Aries menambahkan, kebutuhan sekolah yang diajukan beragam, mulai dari pembangunan ruang kelas baru hingga rehabilitasi bangunan sekolah yang sudah mengalami penurunan kualitas.
“Nanti ada tim mengecek apakah sekolah itu membutuhkan laboratorium, ruang kelas baru, atau rehabilitasi sekolah. Tentu kami memprioritaskan yang sangat membutuhkan,” tuturnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid
