
SURABAYA, Lingkar.news – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa membuka peluang kolaborasi global dengan Universiti Malaya, Malaysia, guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing internasional di Jatim.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menerima delegasi Universiti Malaya dalam rangka Lawatan Kunjung Hormat Universiti Malaya Program Outbound Malang Intellectual Journey di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (28/1/2026).
“Saya berharap kunjungan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan, memperluas wawasan, serta menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat, produktif, dan berkesinambungan antara Jawa Timur dan Malaysia,” ujar Khofifah.
Kolaborasi Global Jadi Strategi Penguatan SDM
Menurut Khofifah, kolaborasi lintas negara melalui sektor pendidikan merupakan strategi penting dalam menyiapkan SDM unggul yang adaptif terhadap perubahan global.
Pemprov Jawa Timur, lanjutnya, menyambut hangat kehadiran mahasiswa dan dosen Universiti Malaya sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional.
“Semoga silaturahim ini bisa kita teruskan dalam berbagai format, baik di bidang pendidikan, ekonomi, budaya, maupun dakwah,” katanya.
Ia menilai program kunjungan akademik internasional tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global.
Potensi Strategis Jatim dalam Pembangunan SDM
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah juga memaparkan potensi strategis Jawa Timur sebagai provinsi dengan basis SDM yang kuat dan struktur ekonomi yang kompetitif.
Dengan jumlah penduduk hampir 15 persen dari total penduduk Indonesia dan didominasi usia produktif, Jawa Timur dinilai memiliki modal demografis besar untuk pembangunan jangka panjang.
“Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi tersebut ditopang oleh letak geografis yang strategis, infrastruktur yang semakin terkoneksi, serta ekosistem industri dan logistik yang terus berkembang,” ujarnya.
Secara ekonomi, Jawa Timur mencatat pertumbuhan sebesar 5,22 persen (year on year/yoy) pada Triwulan III-2025. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,04 persen.
Jawa Timur juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,65 persen serta menyumbang 14,54 persen terhadap perekonomian nasional.
Moderasi Beragama Jadi Fondasi Sosial
Selain aspek ekonomi dan SDM, Khofifah menegaskan pentingnya nilai moderasi beragama sebagai fondasi sosial dalam pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur.
“Lima dari sembilan Wali yang mengajarkan Islam moderasi ada di Jawa Timur, yakni Sunan Ampel, Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Drajat, dan Sunan Bonang,” tuturnya.
Ia menilai kesamaan kultur dan kedekatan historis antara Indonesia dan Malaysia menjadi modal sosial penting dalam memperkuat kolaborasi antarbangsa.
Sementara itu, Pensyarah Kanan Jabatan Usuluddin dan Dakwah Universiti Malaya, Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, mengapresiasi sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta paparan Gubernur Khofifah.
“Saya mewakili Universiti Malaya sangat menghargai dan berterima kasih atas sambutan Ibu Gubernur. Saya kira beliau merupakan nikmat yang Allah SWT berikan kepada rakyat Jawa Timur,” ungkapnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
