gubernur jatim khofifah indar parawansa

JAKARTA, Lingkar.news Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjuk MHD Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur.

Penunjukan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal setelah pejabat sebelumnya tersandung kasus hukum.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 800/2506/204.4/2026 tertanggal 17 April 2026, sebagai langkah menjaga kesinambungan layanan publik di sektor strategis.

Kebijakan ini diambil menyusul penetapan status tersangka dan penahanan Kepala Dinas ESDM Jatim, Aris Mukiyono, oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) terkait perizinan pertambangan dan air tanah.

Selain Aris, dua aparatur sipil negara (ASN) lainnya juga turut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang ditangani oleh Bidang Pidana Khusus Kejati Jatim.

“Kita menyerahkan seluruh proses kepada aparat penegak hukum. Karena proses ini sedang berjalan, kita menghormati proses tersebut,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Kejati Tetapkan Kepala Dinas ESDM Jatim Tersangka Kasus Pungli Izin Tambang

Khofifah menegaskan bahwa penunjukan pelaksana tugas merupakan langkah administratif guna menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral.

“Penunjukan Plt ini penting agar seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan, termasuk pelayanan perizinan dan fungsi pengawasan di sektor ESDM,” katanya.

Baca juga: Kejati Jatim Sita Rp2,36 Miliar dalam Kasus Pungli Izin Tambang Dinas ESDM

Khofifah juga mengingatkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan dengan baik, transparan, dan sesuai aturan,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di seluruh sektor.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki