penutupan kkn universitas gresik 750x536 1

GRESIK, Lingkar.news Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gresik (UG) di Gresmall, Kamis (13/8/2026), menghadirkan momen yang berbeda.

Rektor Universitas Gresik, Dr. Rian Pramana Suwanda, S.STP., MHP., CHRMP., menyerahkan seluruh gajinya untuk mendukung dosen dan tenaga kependidikan yang aktif menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap dosen dan tenaga kependidikan yang terus meningkatkan kompetensi, menghasilkan publikasi ilmiah, serta berkontribusi dalam pengembangan institusi.

Dana yang berasal dari gaji rektor itu akan dialokasikan untuk mendukung berbagai aktivitas akademik, mulai dari penulisan dan publikasi jurnal ilmiah, sertifikasi kompetensi, hingga berbagai kegiatan Tridharma yang berdampak bagi masyarakat.

Menurut Rian, transformasi perguruan tinggi harus dimulai dari pembangunan sumber daya manusia di dalam kampus.

“Perguruan tinggi harus menjadi tempat orang bertumbuh. Dosen dan tenaga kependidikan yang berkarya, meningkatkan kompetensi, menghasilkan publikasi, dan menjalankan Tridharma harus kita dukung dan apresiasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rian yang juga dikenal sebagai salah satu rektor termuda di Indonesia menegaskan pentingnya transformasi perguruan tinggi di tengah perkembangan teknologi dan percepatan era digital.

Universitas Gresik, kata dia, tengah mengembangkan konsep virtual organization untuk membangun organisasi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan terkoneksi.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi dapat bekerja dalam sistem yang terlalu kaku dan terpisah antarfakultas maupun program studi.

Karena itu, UG mendorong keterhubungan antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pemerintah, masyarakat, desa, serta dunia usaha dan dunia industri dalam satu ekosistem kolaboratif.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi pusat inovasi, pengembangan talenta, dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

Pada 2026, KKN Universitas Gresik melibatkan 200 mahasiswa yang didampingi 16 dosen pembimbing lapangan.

Para mahasiswa melaksanakan pengabdian di 16 desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mulai 13 Juli hingga 7 Agustus 2026, setelah mengikuti Pra-KKN pada 6–10 Juli 2026.

Program KKN tersebut dirancang tidak sekadar menjadi kegiatan pengabdian sementara. Mahasiswa didorong untuk memetakan potensi desa, menyusun program intervensi, serta menghasilkan inovasi yang dapat terus dikembangkan setelah KKN berakhir.

Universitas Gresik juga mendorong lahirnya publikasi ilmiah pengabdian masyarakat yang terindeks SINTA melalui kolaborasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing.

Berbagai inovasi yang dihasilkan mahasiswa bersama masyarakat dipamerkan dalam Expo Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar sebagai bagian dari penutupan KKN.

Produk yang dipamerkan antara lain spray antinyamuk, pembersih limbah, eco candle, minuman herbal Nusara, hingga hand sanitizer Verikan.

Selain penguatan pengabdian masyarakat, Universitas Gresik juga memperluas kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik serta Swisscontact untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri melalui kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sertifikasi kompetensi, serta penguatan riset terapan.

UG juga mengembangkan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sebagai bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan inovasi di perguruan tinggi.

Penutupan KKN tahun ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya pengabdian 200 mahasiswa di 16 desa, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan arah transformasi Universitas Gresik.

Mulai dari pengembangan desa binaan, publikasi ilmiah, sertifikasi kompetensi, penguatan pendidikan vokasi, hingga pengembangan ekosistem EV, seluruh program tersebut diarahkan untuk mewujudkan perguruan tinggi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Komitmen tersebut, menurut Universitas Gresik, dimulai dari langkah sederhana, yakni menghadirkan budaya saling mendukung agar seluruh sivitas akademika terus belajar, berkarya, dan bertumbuh.

Jurnalis: Hms
Editor: Basuki