
GRESIK, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik memperkuat sektor pertanian untuk menghadapi ancaman kekeringan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. Dukungan tersebut diperkuat melalui bantuan sarana pengairan dan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengapresiasi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang meninjau langsung kondisi lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, baru-baru ini.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gresik. Bantuan ini tentu sangat berarti, terutama untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian di tengah musim kemarau,” ujar Wabup Alif.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan meninjau lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Tahun ini, potensi kekeringan di Jawa Timur diperkirakan mencapai lebih dari 200 hektare dan menjadi perhatian pemerintah karena dapat memengaruhi produktivitas pertanian.
Alif mengatakan dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan bagi Pemkab Gresik untuk memperkuat upaya menjaga produktivitas pertanian. Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar petani tetap dapat berproduksi di tengah tantangan perubahan cuaca.
“Gresik siap bersinergi dan mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, memastikan bantuan tepat sasaran, serta mendorong petani agar semakin produktif dan sejahtera,” katanya.
Dukungan Kementan untuk petani Gresik meliputi 54 unit irigasi perpompaan, sembilan unit irigasi perpipaan, serta rehabilitasi 12 unit jaringan irigasi tersier.
Selain itu, Mentan Amran menyerahkan dua unit traktor roda dua kepada buruh tani untuk memperluas akses terhadap alat dan mesin pertanian.
Mentan Beri Bantuan Alsintan untuk Pemkab Gresik
Alif menilai bantuan tersebut tidak hanya menjadi solusi menghadapi kekeringan, tetapi juga bagian dari penguatan kapasitas pertanian dalam jangka panjang.
Menurutnya, target swasembada pangan membutuhkan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan. Pemkab Gresik akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Target swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah juga memiliki peran penting. Karena itu, kami siap bergerak bersama, memastikan setiap dukungan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dirasakan dan berdampak bagi petani Gresik,” ujarnya.
Sementara itu, Mentan Amran mengatakan penanganan kekeringan dilakukan melalui dua pendekatan. Lahan yang memiliki sumber air di sekitar persawahan akan mendapat bantuan pompa. Sementara lahan yang tidak memiliki sumber air akan ditangani melalui pembangunan sumur dangkal.
“Kita bagi dua solusinya. Yang pertama, yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang. Yang kedua, yang tidak ada sumber air, kita siapkan sumur dangkal,” kata Mentan Amran.
Amran menegaskan pemerintah tidak ingin ancaman kekeringan mengganggu produktivitas pertanian. Menurutnya, kondisi perberasan Jawa Timur saat ini relatif aman dengan produksi sekitar 1,3 juta ton. Namun, mitigasi tetap diperlukan untuk menghadapi risiko kekeringan.
“Kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,” ujarnya.
Amran juga menyampaikan rencana perubahan regulasi agar buruh tani lebih mudah memperoleh bantuan alsintan. Selama ini, akses buruh tani terhadap bantuan tersebut masih terbatas karena regulasi.
Ke depan, bantuan berupa traktor, combine harvester, alat tanam, dan alsintan lainnya akan dibuka lebih luas bagi buruh tani. Mekanisme pengusulan juga akan disederhanakan dengan memperkuat peran penyuluh pertanian lapangan (PPL).
“Tanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL kami terima. PPL tanda tangan, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya kepada yang membutuhkan,” kata Mentan Amran.
Selain penanganan kekeringan jangka pendek, Pemkab Gresik mendorong penguatan infrastruktur sumber daya air, termasuk rencana pembangunan kolam retensi di wilayah selatan Gresik yang selama ini menghadapi kekeringan berulang.
Amran menyatakan pemerintah pusat siap berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian ATR/BPN, apabila terdapat persoalan pertanahan dalam rencana tersebut.
Ia meminta kebutuhan pembangunan kolam retensi disampaikan secara tertulis agar dapat segera dikoordinasikan.
“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Tidak usah basa-basi,” tegasnya.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi
