igd rsud dr soetomo surabaya 750x536 1

PROBOLINGGO, Lingkar.news – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menewaskan empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman.

Dua korban lainnya mengalami luka bakar serius dan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan intensif.

Bupati Probolinggo Muhammad Haris menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo mendoakan para korban.

“Saya menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya empat relawan dalam peristiwa tersebut. Selain itu, terdapat dua korban yang mengalami luka bakar berat dan semoga segera mendapatkan kesembuhan,” kata Haris dalam kegiatan dzikir dan sholawat ASN Pemkab Probolinggo di Auditorium Madakaripura, Jumat, 16 Oktober 2026.

Haris menilai para korban telah menjalankan tugas kemanusiaan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas hingga mengancam permukiman warga.

“Saya menganggap para almarhum itu adalah pahlawan. Mereka berkorban agar kebakaran di Gunung Bromo tidak sampai meluas ke rumah warga dan sebagainya,” tuturnya.

Ia berharap para relawan yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sedangkan dua korban yang mengalami luka bakar serius segera pulih.

“Semoga arwah para relawan yang wafat diberikan kelapangan kuburnya dan menjadi ahlul jannah. Aamiin,” katanya.

Kegiatan doa bersama tersebut diikuti ASN Pemkab Probolinggo dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Para peserta juga mengikuti ceramah agama yang disampaikan KH Imam Fathur Rozi.

Dua korban luka bakar, yakni Munawi dan Suraji, telah dirujuk dari RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, ke RSUD Dr Soetomo Surabaya pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Adin Niken Primasari, mengatakan kedua pasien tiba pada Kamis malam setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Tongas.

Pasien pertama tiba di instalasi gawat darurat (IGD) pada pukul 20.45 WIB dan menjalani operasi sejak dini hari. Hingga Jumat, operasi terhadap pasien tersebut masih berlangsung.

“Pasien yang pertama diterima di IGD pukul 20.45 WIB. Sudah dilaksanakan operasi pada dini hari dan hingga saat ini masih berlangsung operasinya,” kata Niken.

Sementara itu, pasien kedua tiba di IGD pukul 21.36 WIB dan masih menjalani observasi di ruang resusitasi sebelum menjalani operasi.

“Pasien yang kedua diterima pukul 21.36 WIB. Rencana akan dioperasi, saat ini masih observasi di RES,” ujarnya.

Empat korban meninggal dunia terdiri atas dua petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yakni Sukaris (55) dan Hendra Rony Wigayanta (25), serta dua pekerja hotel setempat, Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19).

Peristiwa tersebut terjadi saat tim yang terdiri atas petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), dan karyawan hotel membantu memadamkan kebakaran di kawasan Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast, sebanyak 12 orang berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB untuk membantu pemadaman.

Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas dan relawan yang berada di luar lokasi menerima informasi bahwa sejumlah orang diduga terjebak di sekitar titik kebakaran. Setelah dilakukan pengecekan, enam orang ditemukan menjadi korban.

Polda Jawa Timur masih mendalami penyebab kebakaran dan rangkaian kejadian yang menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk menyusun kronologi peristiwa tersebut.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki