
GRESIK, Lingkar.news – Pemkab Gresik mempercepat normalisasi saluran pembuang Kali Lamong untuk mengantisipasi potensi banjir dan luapan air ke permukiman warga.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), tiga unit alat berat dikerahkan secara simultan untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap di sepanjang saluran.
Normalisasi dilakukan mulai dari wilayah Desa Putat Lor, melintasi Desa Gadingwatu hingga Desa Bringkang, Kecamatan Menganti.
Pengerukan sedimentasi dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung saluran sehingga aliran air dapat berjalan lebih optimal.
Seluruh alat berat dan personel masih dikerahkan di lapangan untuk melanjutkan pekerjaan normalisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Gresik mengurangi potensi banjir melalui penanganan infrastruktur pengairan.
Selain pengerjaan fisik, masyarakat juga diimbau tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air. Kebersihan aliran sungai dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran dan mencegah penyumbatan.
Berdasarkan data dari Bappeda Gresik, Kali Lamong merupakan sungai yang terletak di Provinsi Jawa Timur yang tepatnya melewati Kabupaten Lamongan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Surabaya, dan Kabupaten Gresik.
DAS dari Kali ini seringkali menyebabkan bencana banjir di Kabupaten Gresik. Selama 14 tahun terakhir kejadian banjir di kali tersebut tidak terhindarkan dan tidak hanya terjadi satu tahun sekali, tetapi bisa lima kali setahun tergantung intensitas hujan.
Hal ini disebabkan karena DAS dari Kali Lamong merupakan tipe sungai intermitten, tipe sungai tersebut cenderung memiliki karakteristik mengalirkan air pada saat musim hujan namun kering pada saat kemarau sedangkan debit kali tersebut cenderung besar.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi