
SURABAYA, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan opsi pembangunan sumur bor pada awal 2027 untuk mengatasi kesulitan air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, rencana tersebut disiapkan sebagai solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau.
“Kita identifikasi, kalau ada opsi sumur bor akan kita upayakan. Kalau memang memungkinkan, kita sediakan di tahun 2027 awal, sebelum musim kemarau tahun depan kami upayakan,” kata Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Kamis, 15 Oktober 2026.
Berdasarkan data yang disampaikan, kekeringan berdampak pada 70 desa di Kabupaten Sumenep dengan total 271.017 jiwa. Sumenep juga menjadi salah satu dari 25 kabupaten di Jawa Timur yang menetapkan status darurat kekeringan.
Sebagai penanganan jangka pendek, Pemprov Jatim menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Di Dusun Marang, Desa Larangan Berma, Kecamatan Batuputih, bantuan yang disalurkan berupa dua truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter, tiga tandon air, dua tandon lipat, dan 150 jeriken.
“Kabupaten Sumenep ini jadi salah satu dari 25 Kabupaten yang mengeluarkan status darurat kekeringan. Hari ini di Desa Marang kita dropping air bersih, ada dua truk tangki dan 13 unit tandon air,” ujar Khofifah.
Secara keseluruhan, Pemprov Jatim mengalokasikan bantuan senilai Rp130 juta untuk mendukung distribusi air bersih di Kabupaten Sumenep. Bantuan tersebut meliputi 540 jeriken berkapasitas 15 liter, 90 tandon air berkapasitas 1.200 liter, serta 200 lembar terpal.
Khusus di Dusun Marang, sebanyak 595 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. Kondisi tersebut mendorong pemerintah provinsi untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mengkaji kemungkinan pembangunan sumur bor.
Khofifah mengatakan, rencana pembangunan sumur bor akan mempertimbangkan kondisi wilayah, kebutuhan warga, serta kelayakan teknis sebelum lokasi ditentukan.
Pemprov Jatim juga akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, untuk mengidentifikasi kebutuhan di lapangan dan mempersiapkan langkah lanjutan.
Bagi warga Dusun Marang, bantuan air bersih membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang bisa digunakan dalam jangka panjang.
Warga Dusun Marang, Sudi, mengaku masyarakat setempat hampir selalu mengalami kekurangan air bersih setiap musim kemarau.
“Alhamdulillah, sangat senang mendapat bantuan air bersih ini. Setiap tahun saat musim kemarau, kami pasti kekurangan air bersih. Kami berharap banyak kepada Ibu Gubernur agar ada solusi supaya warga tidak terus mengalami kesulitan air bersih setiap musim kemarau,” katanya.
Sudi berharap rencana pembangunan sumur bor dapat segera direalisasikan sehingga warga memiliki akses air bersih yang lebih berkelanjutan.
“Semoga segera ada pengeboran karena tiap tahun saat musim kemarau pasti di sini kekurangan air bersih. Kami berharap banyak pada Ibu Gubernur,” ujarnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki