penanganan longsor yang menutup jalur nasional trenggalek ponorogo

TRENGGALEK, Lingkar.news Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali (BBPJN) memastikan pembersihan material longsor di Km 16 jalur nasional Trenggalek–Ponorogo, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, rampung dalam waktu dua hari.

Material berupa batu besar dari tebing setinggi sekitar 50 meter sebelumnya menutup total badan jalan usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (3/3/2026) sore.

4 Alat Berat Diterjunkan ke Lokasi Longsor

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim Satker Wilayah II BBPJN Jatim-Bali, Endhy Aktony, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena tebing masih berpotensi mengalami longsor susulan.

“Targetnya dua hari selesai. Namun pekerjaan belum bisa maksimal karena harus bergantian dan mempertimbangkan faktor keselamatan,” ujar Endhy di Trenggalek, Rabu (4/3/2026).

Dalam proses pembersihan, tim mengerahkan empat unit alat berat, yakni dua ekskavator, satu breaker (pemecah batu), dan satu loader.

Sesuai rekomendasi tim lapangan dan Basarnas, batu berukuran besar terlebih dahulu dipecah menggunakan breaker sebelum diangkut ekskavator agar proses lebih aman dan efisien.

Kerusakan Infrastruktur Tidak Parah

Berdasarkan hasil pemantauan awal, kerusakan infrastruktur akibat longsor dinilai tidak terlalu berat dan dapat ditangani dengan cepat.

Tembok penahan atau talut yang terdampak dilaporkan pecah akibat tertimpa batu, bukan karena pergerakan atau penurunan tanah.

“Tembok penahan pecah karena tertimpa batu, bukan karena tanah turun. Bagian bawah juga sama,” jelas Endhy.

Perbaikan Aspal Rampung Sebelum Lebaran

Setelah pembersihan rampung, tim perencanaan akan melakukan evaluasi teknis untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan talut yang ambrol.

BBPJN menargetkan perbaikan kerusakan aspal akibat longsor tuntas sebelum Lebaran 2026 sehingga arus lalu lintas jalur nasional Trenggalek–Ponorogo kembali normal.

Sebagai langkah sementara di area rawan, petugas akan memasang pelindung seperti geolandscape dan terpal guna mencegah rembesan air hujan sembari menunggu perencanaan konstruksi permanen.

Sebelumnya, longsor terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Bongkahan batu besar dari tebing menutup total badan jalan, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki