result 135252

SURABAYA, Lingkar.news – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan warga Sumenep agar tidak menggunakan uang dari bantuan sosial (bansos) untuk judi online (judol).

Hal itu ia sampaikan saat menyalurkan bansos dan zakat produktif senilai Rp 24 miliar kepada masyarakat rentan di Kabupaten Sumenep.

“Tolong bansos yang diterima dipergunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhan. Jangan dipergunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi judi online,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu, 24 Agustus 2025.

Khofifah menyoroti data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan sekitar 9 ribu penerima manfaat di Jawa Timur terindikasi menggunakan bansos untuk judi online dengan total nilai Rp 53 miliar.

Oleh karena itu, ia berpesan agar penerima manfaat memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan pokok dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Bantuan yang disalurkan di Sumenep antara lain berupa Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk 106 penerima, alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas dan lansia, Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk 2.628 keluarga, bantuan kemiskinan ekstrem untuk 9.262 orang, Bantuan Langsung Tunai (BLT) buruh pabrik rokok, hingga bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putri Jawara.

Selain itu, turut diberikan bantuan program pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan program Jatim Pemberdayaan Usaha Perempuan (Puspa), bantuan operasional pendamping PKH Plus, tali asih bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta bantuan permakanan bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Secara khusus, Khofifah juga menyerahkan santunan dukacita masing-masing Rp 10 juta kepada 17 keluarga korban meninggal dunia akibat kejadian luar biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep.

“Kami menyampaikan dukacita mendalam kepada bapak-ibu yang putra-puterinya dipanggil Allah SWT karena campak. Ada yang masih usia 10 bulan hingga 2 tahun. Mari bersama-sama kita hadiahkan Al-Fatihah,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, Pemkab Sumenep terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem dengan memperluas akses pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, dan memberdayakan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Cara tersebut diharapkan bisa memutus rantai kemiskinan, menciptakan lapangan kerja melalui investasi, dan pada akhirnya menumbuhkan masyarakat yang sejahtera serta berkeadilan,” katanya.

Jurnalis: Anta
Editor: Rosyid