
SURABAYA, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota St. Petersburg, Rusia, untuk mengembangkan industri kapal cepat hydrofoil.
Proyek kolaborasi yang melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini difokuskan pada transfer teknologi pembuatan kapal cepat berbahan aluminium guna memperkuat konektivitas antarpulau di Indonesia, khususnya Jatim.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa studi pendahuluan terkait proyek ini telah rampung dan dinilai sangat menjanjikan untuk segera direalisasikan.
“Diskusi menurut saya sangat produktif. Ada kerja sama yang sudah dilakukan bersama ITS, baik terkait pendidikan maupun persiapan membangun industri perkapalan, terutama kapal cepat,” ujar Khofifah usai menerima kunjungan Ketua Dewan Legislatif St. Petersburg, Alexander N. Belsky, bersama jajaran rektorat ITS di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (12/6/2026).
Dalam kemitraan maritim ini, ITS memegang peranan penting dalam mewujudkan kemandirian teknologi nasional. Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menegaskan komitmennya agar kerja sama ini membawa dampak jangka panjang bagi industri dalam negeri.
“Penegasan poin kerja sama ini adalah kemandirian teknologi, ITS tidak ingin Indonesia hanya menjadi penonton atau sekadar pasar bagi teknologi asing,” tegas Bambang.
Bambang memaparkan, ITS bertanggung jawab penuh untuk meninjau ulang serta menyesuaikan desain awal kapal cepat dari Rusia agar adaptif dengan karakteristik gelombang dan perairan di Indonesia.
Tak hanya itu, ITS juga merangkul industri lokal untuk proses produksinya. Kapal yang telah dirancang ulang tersebut nantinya akan diproduksi langsung di Madura oleh perusahaan galangan kapal daerah, PT Bintang Timur Samudera.
Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa kapal cepat hydrofoil ini mampu melaju hingga empat kali lebih cepat dibandingkan dengan armada kapal konvensional.
“Kami menargetkan perluasan pasar hingga ke ranah internasional setelah sukses memenuhi kebutuhan mobilitas antarpulau nasional,” imbuh Bambang.
Selain sektor galangan kapal, dalam pertemuan tersebut Khofifah juga menawarkan perluasan kerja sama di sektor lain, seperti penguatan teknologi digital dan pengembangan pusat penanganan kanker (cancer center) terpadu untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur.
Ketua Dewan Legislatif St Petersburg Rusia Alexander N Belsky menyatakan pihaknya berupaya mewujudkan kemitraan strategis Rusia dan Indonesia yang telah disepakati Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurutnya, potensi kerja sama antara St Petersburg dan Jawa Timur sangat besar, terutama di bidang kesehatan, pendidikan tinggi, serta pengembangan pelabuhan mengingat kedua wilayah sama-sama memiliki pelabuhan utama yang strategis.
“Kami ingin menciptakan suasana yang baik dan produktif bagi perusahaan-perusahaan Rusia dan Indonesia agar dapat bekerja sama dan mewujudkan tujuan kemitraan strategis tersebut,” ujar Alexander.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
