
GRESIK, Lingkar.news – Dewan Kebudayaan Gresik (DKG) periode 2026–2029 ingin memperkuat riset terhadap pengetahuan lokal masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ketua DKG periode 2026–2029 Irfan Akbar Prawiro mengatakan, kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan kesenian atau peninggalan sejarah, tetapi juga pengetahuan yang berkembang dan diwariskan masyarakat dari generasi ke generasi.
“Bagaimana masyarakat membaca banjir, bagaimana nelayan membaca rasi bintang, atau bagaimana masyarakat mengenali sumber air. Itu semua adalah pengetahuan yang sebenarnya ada di sekitar kita,” ujar Irfan saat Pelantikan Dewan Kebudayaan Gresik periode 2026–2029 di Gedung Nasional Indonesia (GNI).
Menurut Irfan, pengetahuan lokal tersebut perlu didokumentasikan dan diteliti agar tidak hilang. Selain menjaga warisan budaya, riset tersebut dinilai dapat memberikan perspektif baru dalam menentukan arah pembangunan Gresik.
Karena itu, pada periode keduanya, DKG akan memperkuat posisi sebagai mitra riset Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya dalam bidang kebudayaan.
Irfan mengatakan, DKG ingin melihat Gresik dari pengalaman masyarakat di tingkat bawah. Riset tersebut diharapkan dapat menggambarkan bagaimana masyarakat memaknai wilayah tempat mereka tinggal serta membayangkan masa depan daerah.
“Dewan Kebudayaan Gresik berharap bisa meriset dan menulis dari bawah, melihat bagaimana Gresik diimajinasikan dan dibayangkan. Gresik sebenarnya akan menjadi sebuah kota atau kabupaten seperti apa,” katanya.
Menurutnya, pemetaan terhadap kebudayaan juga penting karena setiap wilayah di Gresik memiliki karakter berbeda. Perbedaan tersebut antara lain terlihat dari bahasa, dialek, sejarah, lingkungan, hingga pola kehidupan masyarakat.
Irfan menyebut Gresik memiliki dua bahasa utama, yakni bahasa Jawa dan Bawean, dengan beragam dialek lokal. Selain itu, sejumlah temuan sejarah dan arkeologi juga menunjukkan kekayaan pengetahuan yang dimiliki daerah tersebut.
Pengetahuan masyarakat, kata dia, tidak seharusnya hanya dilihat sebagai peninggalan masa lalu. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bagian dari cara daerah memahami persoalan dan menentukan kebijakan untuk masa depan.
Gagasan tersebut sejalan dengan dorongan Pemerintah Kabupaten Gresik agar DKG tidak hanya menjadi ruang berkumpul para pelaku budaya, tetapi berkembang sebagai mitra strategis dalam riset dan perencanaan pembangunan.
Wabup Gresik Tekankan Pembangunan Daerah Tanpa Kehilangan Jati Diri
Wabup Gresik Asluchul Alif mengatakan, pembangunan daerah perlu mempertimbangkan karakter masing-masing wilayah. Menurutnya, kondisi wilayah utara tidak selalu dapat disamakan dengan wilayah selatan, begitu pula kawasan perkotaan, pesisir, pedesaan, dan kawasan industri.
“Pembangunan di wilayah utara tentu tidak selalu bisa disamakan dengan wilayah selatan. Begitu juga kawasan perkotaan, pesisir, pedesaan, maupun kawasan industri. Masing-masing memiliki karakter, sejarah, dan budaya yang berbeda,” kata Alif.
Alif mengatakan, Gresik memiliki kekayaan budaya yang kuat di tengah perkembangan daerah sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Timur. Kekayaan tersebut terlihat dari tradisi keagamaan, kesenian, bahasa, dialek, hingga berbagai pengetahuan lokal yang masih hidup di masyarakat.
“Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri. Ketika orang masuk lebih jauh ke desa-desa, mereka akan menemukan wajah Gresik yang berbeda. Tradisi, budaya, dan nilai-nilai masyarakatnya masih sangat kuat,” ujarnya.
Ia berharap riset kebudayaan yang dilakukan DKG nantinya dapat membantu pemerintah memahami karakter wilayah sekaligus menjadi perspektif dalam menyusun kebijakan pembangunan.
“Kita ingin Gresik maju secara ekonomi, tetapi tidak kehilangan jati dirinya. Kita ingin Gresik berkembang sebagai kawasan industri, tetapi tetap memiliki karakter sebagai daerah yang kaya sejarah, tradisi, seni, dan nilai-nilai budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gresik Saifudin Ghozali menyampaikan, Pemkab Gresik akan terus mendorong eksistensi dan kolaborasi bersama DKG.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi
