
SIDOARJO, Lingkar.news – Dalam suasana penuh kehangatan pada acara Tajamuk Genbi Jawa Timur, dr. Agus Wahyudi, Sp.OT menyampaikan pesan mendalam tentang makna usia 40 tahun sebagai fase penting dalam kehidupan, baik dari sisi kesehatan maupun spiritual.
Menurut dr. Agus, mayoritas alumni saat ini telah memasuki usia kepala empat, sebuah fase yang dalam ajaran agama menjadi pengingat untuk lebih sering bermuhasabah dan mengingat akhir perjalanan hidup.
“Di dalam agama, ketika seseorang sudah menginjak usia 40 tahun, itu adalah waktu untuk lebih sering mengingat bahwa kita semakin dekat dengan waktu kembali kepada Allah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seiring bertambahnya usia, sel-sel tubuh tidak bisa dibohongi. Meski seseorang pernah berada pada posisi, jabatan, atau merasa kuat secara fisik, tubuh tetap akan memberikan sinyal.
“Keluhan pasti akan muncul. Jangan orang lain, saya sendiri pun sudah mulai merasakannya, entah di punggung, lutut, atau bagian tubuh lainnya. Bahkan uban yang mulai terlihat itu adalah tanda-tanda alamiah yang harus kita sadari,” tuturnya.
dr Fahrul Tekankan Pola Hidup Sehat Usia Produktif di Tajamuk Genbi Jatim
dr. Agus mengaku bersyukur bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan kesehatan kepada sesama alumni sebagai bentuk ikhtiar dan pengingat bersama. Ia berharap di usia 40 tahun ini, para alumni diberi umur panjang oleh Allah dengan kondisi sehat dan bugar agar dapat beribadah secara optimal.
“Tujuan sehat itu bukan sekadar kuat bekerja, tapi agar ibadah kita bisa maksimal,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan prinsip dasar yang sejak dulu diajarkan di Pondok Modern Darussalam Gontor, yakni prevention is better than cure (mencegah lebih baik daripada mengobati).
Reuni Genbi Jatim di Alas Prambon Berjalan Penuh Makna, Perkuat Silaturrahmi Alumni
“Sekarang makanan semakin beragam, pekerjaan banyak dilakukan dengan gawai di tangan, akhirnya kita malas bergerak. Padahal kunci pencegahan itu ada pada pola hidup,” jelasnya.
Dalam pesannya, dr. Agus mengutip ajaran yang menganjurkan untuk tidak langsung tidur setelah makan dan melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki.
“Ada anjuran untuk berjalan minimal 100 langkah setelah makan. Ini menarik untuk diteliti karena sangat mungkin berdampak pada penurunan gula darah. Banyak komplikasi yang muncul pada teman-teman kita juga bermula dari masalah gula darah,” katanya.
Alumni PLMPM Angkatan 07 Kuatkan Soliditas saat Reuni Genbi Jatim di Alas Prambon
Menutup pesannya, dr. Agus menyampaikan doa dan harapan untuk seluruh alumni, baik yang belum bisa hadir karena sakit maupun yang masih diberi nikmat kesehatan.
“Mudah-mudahan yang sedang sakit diangkat penyakitnya, dan yang masih sehat diberi kesadaran untuk menjaga kesehatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, sehingga kita tetap mampu beribadah dan memberi manfaat,” pungkasnya.