
GRESIK, Lingkar.news – Badan Pusat Statistik atau BPS Gresik mencatat kondisi perekonomian daerah tetap stabil sepanjang Juli 2026. Hal itu tercermin dari inflasi tahunan yang berada pada level 2,21 persen, sementara secara bulanan Kabupaten Gresik mengalami deflasi sebesar 0,23 persen.
Kepala BPS Kabupaten Gresik Indriya Purwaningsih mengatakan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 tercatat sebesar 109,43. Adapun inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) berada pada angka 1,02 persen.
“Pada Juli 2026, Kabupaten Gresik mengalami deflasi month to month sebesar 0,23 persen. Sementara itu, inflasi year on year tercatat sebesar 2,21 persen dan inflasi year to date sebesar 1,02 persen,” jelas Indriya.
Menurut dia, deflasi bulanan tersebut dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas, terutama kelompok bahan pangan. Beberapa komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi antara lain bawang merah, cabai rawit, udang basah, cabai merah, telur ayam ras, ikan bandeng, emas perhiasan, melon, tomat, bayam, dan semangka.
“Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi month to month pada Juli 2026 antara lain bawang merah, cabai rawit, udang basah, cabai merah, telur ayam ras, ikan bandeng, emas perhiasan, melon, tomat, bayam, dan semangka,” ungkapnya.
Bawang merah menjadi komoditas dengan sumbangan deflasi terbesar, yakni 0,27 persen. Disusul cabai rawit sebesar 0,08 persen, udang basah sebesar 0,07 persen, serta cabai merah dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,05 persen.
BPS Gresik: Tingkat Inflasi Naik 2,21 Persen

Di sisi lain, sejumlah komoditas masih memberikan tekanan inflasi bulanan. Beras tercatat menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar sebesar 0,04 persen, kemudian bawang putih, sawi hijau, dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02 persen, serta daging ayam ras sebesar 0,01 persen.
“Adapun komoditas yang memberikan andil atau sumbangan inflasi month to month pada Juli 2026 yaitu beras sebesar 0,04 persen, bawang putih, sawi hijau, dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02 persen, serta daging ayam ras sebesar 0,01 persen,” terang Indriya.
Secara tahunan, inflasi Gresik pada Juli 2026 tercatat meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juli 2025, inflasi year on year tercatat sebesar 1,93 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,25 persen.
“Pada Juli 2026, tingkat inflasi year on year Kabupaten Gresik sebesar 2,21 persen dan tingkat inflasi year to date sebesar 1,02 persen. Sebagai perbandingan, pada Juli 2025 tingkat inflasi year on year dan year to date masing-masing sebesar 1,93 persen dan 1,25 persen,” tuturnya.
Selain indikator harga, BPS Kabupaten Gresik juga mencatat perkembangan sektor akomodasi. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juni 2026 mencapai 69,72 persen atau meningkat 6,20 poin dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 63,51 persen.
“TPK hotel bintang pada Juni 2026 sebesar 69,72 persen atau meningkat sebesar 6,20 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Mei 2026, TPK hotel bintang tercatat sebesar 63,51 persen,” jelas Indriya.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Juni 2026 tercatat sebesar 42,23 persen atau mengalami penurunan 1,52 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
“Untuk hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, TPK pada Juni 2026 tercatat sebesar 42,23 persen atau menurun sebesar 1,52 poin dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkapnya.
Dengan inflasi yang tetap terkendali serta peningkatan aktivitas sektor perhotelan, BPS menilai perkembangan ekonomi Kabupaten Gresik pada periode tersebut menunjukkan kondisi yang relatif stabil.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi
