infografik gempa pacitan 750x536 1

PACITAN, Lingkar.news Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (27/1/2026) pagi. Guncangan gempa sempat memicu kepanikan warga dan menimbulkan insiden ringan di sejumlah daerah sekitar, seperti Trenggalek dan Tulungagung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan memastikan hingga beberapa jam pascagempa belum menerima laporan kerusakan signifikan di wilayahnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 08.20 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 8,14 derajat Lintang Selatan (LS) dan 111,33 derajat Bujur Timur (BT), atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, dengan kedalaman 105 kilometer.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga siang hari belum terpantau adanya gempa susulan.

BPBD Pacitan Pastikan Belum Ada Kerusakan

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan serta koordinasi dengan seluruh kecamatan dan sejumlah desa untuk memastikan dampak gempa.

“Berdasarkan komunikasi dengan Kasi Sosial dan Ketenteraman di seluruh kecamatan serta laporan sampel dari beberapa desa, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan,” ujar Erwin.

Ia menambahkan bahwa proses pendataan masih terus dilakukan bersama jejaring BPBD tingkat kecamatan dan desa, sehingga data yang ada bersifat sementara dan dapat berkembang.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari lembaga pemerintah,” katanya.

Getaran Gempa Terasa di Sejumlah Daerah

Meski tidak menimbulkan kerusakan di Pacitan, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

BMKG mencatat intensitas gempa dirasakan pada skala III–IV MMI di Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung. Kemudian skala III MMI di Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar. Selain itu skala II–III MMI di Madiun, Jember, Mojokerto, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Bali bagian selatan.

Dampak Ringan di Trenggalek dan Tulungagung

Di Kabupaten Trenggalek, Kepala Pelaksana BPBD Triadi Atmono melaporkan adanya dampak ringan berupa rontoknya atap genting di SDN 3 Pogalan serta di wilayah Kecamatan Dongko.

Peristiwa tersebut menyebabkan beberapa siswa dan pegawai mengalami luka ringan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan dan hingga kini belum menerima laporan kerusakan berat akibat gempa.

Akibat guncangan gempa, aktivitas warga di sejumlah lokasi sempat terhenti sesaat. Di Pacitan, warga yang berada di perkantoran dan fasilitas umum dilaporkan keluar bangunan untuk mengamankan diri.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki