
MALANG, Lingkar.news – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang Unit Gadang 2 melakukan inovasi pada mekanisme penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggunakan konsep prasmanan atau buffet.
Kepala SPPG Kota Malang Unit Gadang 2, Ita Herlistyawati, mengatakan konsep prasmanan untuk MBG masih dalam tahap uji coba dan tidak menutup kemungkinan akan diterapkan ketika dinilai efektif.
“Jadi ini uji coba pertama kali kami. Diharapkan kalau memang efektif, ke depannya kemungkinan bakal ada prasmanan,” kata Ita saat uji coba konsep MBG prasmanan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, ide prasmanan yang diterapkan oleh SPPG tersebut muncul setelah pihaknya mengikuti pertemuan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu lalu.
Ita menyatakan pelaksanaan uji coba inovasi ini dilakukan dengan mengambil momentum acara halalbihalal yang dilaksanakan oleh pihak MIN 2 Kota Malang.
“Dengan penerapan model prasmanan ini para pelajar tidak lagi menerima paket menu MBG menggunakan ompreng, tetapi langsung mengambil sendiri makanan yang telah dihidangkan,” ujarnya.
Ita menyebutkan, total ada 1.300 porsi MBG untuk lembaga pendidikan itu, menu makannya kebanyakan bertemakan hari raya dari olahan daging ayam, sayur labu siam, telor, hingga buah.
Meskipun ada kebebasan siswa dalam memilih menu makanan, namun pengawasan oleh tim dari SPPG tetap dilakukan secara ketat agar porsi makanan sesuai dengan aspek keseimbangan gizi.
“Jadi ada dari tim pemorsian kami yang mengawasi anak-anak itu dalam pengambilannya,” ucapnya.
Ita mengakui, penerapan konsep prasmanan memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi logistik yang lebih kompleks dibandingkan sistem distribusi menggunakan ompreng.
Oleh karenanya, SPPG Unit Gadang 2 Kota Malang memastikan akan selalu melakukan evaluasi terhadap penerapan konsep ini.
Hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan menentukan proses perbaikan penerapan konsep prasmanan untuk menyempurnakan pelaksanaan ke depan.
“Kalau memang masih perlu ada perbaikan atau ada kendala kami mencari solusinya bersama-sama,” tuturnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
