1788852598 buka simposium revitalisasi sekolah vokasi bupati gresik soroti dampak uu 232014 pada kebijakan sekolah hoYUR3 750x536 1

GRESIK, Lingkar.news – Nilai investasi yang terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik mencapai sekitar Rp116 triliun hingga kuartal II 2026. Besarnya investasi tersebut diikuti dengan kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat, sehingga dunia pendidikan vokasi didorong menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri.

Saat ini terdapat 33 industri di KEK Gresik. Sebanyak 18 industri telah beroperasi, delapan industri sedang dalam proses pembangunan konstruksi, sementara tujuh lainnya masih dalam progres pembangunan.

Besarnya aktivitas industri tersebut diperkirakan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Saat pendirian kawasan, KEK Gresik diproyeksikan mampu menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja dalam lima tahun. Bahkan, hingga 2036, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat mencapai 200 ribu orang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Simposium Nasional bertema “Revitalisasi Sekolah Menuju Gresik Berkarya” yang digelar di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Pemkab Gresik, Selasa (8/9/2026).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pertumbuhan industri dan investasi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal. Menurutnya, kurikulum pendidikan kejuruan perlu diselaraskan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

“Kenapa kegiatan ini penting dan harus berkelanjutan. Karena, langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan kurikulum pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja modern yang dinamis di wilayah Gresik,” ungkapnya.

Yani mengatakan lulusan SMK di Gresik harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Hal tersebut dinilai penting karena Gresik merupakan salah satu kawasan industri yang berkembang pesat.

“Padahal, Pemkab Gresik memiliki visi besar untuk melahirkan lulusan SMA yang kompetitif agar mampu menembus perguruan tinggi favorit nasional. Di sisi lain, standardisasi kompetensi lulusan SMK juga menjadi perhatian utama agar para pemuda Gresik tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah,” harapnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu juga mendorong seluruh elemen pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, jajaran yayasan hingga manajemen sekolah, meningkatkan kapasitas dan keterampilan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.

“Melalui program revitalisasi sekolah vokasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang adaptif dan melahirkan lulusan yang siap kerja, terampil, serta kompeten di bidangnya. Langkah strategis ini sekaligus menjadi pilar penting Pemkab Gresik dalam mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, External Relation KEK Gresik Rr Ayu Yayuk Dwi Hastuti mengatakan pertumbuhan investasi harus diikuti kesiapan SDM, khususnya lulusan pendidikan vokasi. Menurutnya, investasi menciptakan permintaan baru terhadap kompetensi, produktivitas, sekaligus budaya kerja.

“Dunia vokasi dan industri menjadi satu mata rantai yang harus saling mendukung,” kata Rr Ayu.

Mandat Utama KEK Gresik

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

Ia menjelaskan, KEK Gresik ditetapkan pemerintah dengan mandat utama untuk mendorong hilirisasi manufaktur. Pertumbuhan kawasan melalui proses hilirisasi tersebut meningkatkan nilai tambah sekaligus standar kebutuhan industri terhadap talenta yang dihasilkan dunia pendidikan.

Karena itu, demand atau kebutuhan industri harus selaras dengan standar lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidang yang dibutuhkan. Keselarasan tersebut penting agar lulusan pendidikan vokasi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi benar-benar mempunyai keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja.

“Investasi menciptakan permintaan baru atas kompetensi, produktivitas dan budaya kerja. Dunia vokasi bertugas menyediakan dan memenuhi kebutuhan talenta dunia industri,” ujarnya.

Menurut Rr Ayu, kebutuhan tenaga kerja di KEK Gresik semakin spesifik seiring berkembangnya sektor industri. Sejumlah industri membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang metal, energi, logistik, kimia (chemical), hingga elektronika.

Selain kompetensi, pengalaman peserta didik terhadap dunia kerja juga menjadi perhatian. Tidak semua lulusan memiliki pengalaman yang cukup untuk beradaptasi dengan ritme dan budaya kerja industri ketika menyelesaikan pendidikan.

Persoalan tersebut dapat disiasati dengan memperbanyak kesempatan magang atau praktik kerja lapangan (PKL) di industri. Melalui pengalaman tersebut, peserta didik dapat memahami secara langsung standar kerja, kedisiplinan, keselamatan kerja, budaya perusahaan, hingga penggunaan teknologi yang diterapkan di dunia industri.

Kompetensi guru atau tenaga pengajar juga perlu diperkuat agar sesuai dengan bidang keahlian yang diajarkan. Guru vokasi perlu memiliki pemahaman dan pengalaman yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri sehingga pengetahuan yang diberikan kepada siswa tidak tertinggal dari perkembangan di lapangan.

Menurut Rr Ayu Dwi Hastuti, kolaborasi antara industri dan sekolah vokasi perlu dibangun secara berkelanjutan, mulai dari penyusunan kebutuhan kompetensi, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, hingga penyediaan tempat magang bagi siswa.

“Harapan kami di industri, dunia pendidikan memberi lulusan atau SDM siap kerja yang memiliki kompetensi,” kata Rr Ayu.

Dari sisi investasi, nilai investasi di KEK Gresik hingga kuartal II 2026 tercatat sekitar Rp114,4 triliun. Jika ditambahkan investasi yang telah masuk sebelum kawasan tersebut ditetapkan sebagai KEK, yang mencapai sekitar Rp5 triliun, total investasi yang terkait dengan kawasan tersebut mencapai sekitar Rp116 triliun.

Dengan besarnya investasi dan proyeksi kebutuhan tenaga kerja tersebut, revitalisasi sekolah vokasi di Gresik diharapkan tidak hanya berfokus pada pembaruan sarana dan prasarana. Revitalisasi juga diarahkan pada penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, peningkatan kapasitas guru, serta perluasan pengalaman kerja siswa melalui program magang dan PKL.

Sekolah vokasi diharapkan dapat menjadi bagian dari rantai pasok talenta bagi industri, sehingga pertumbuhan investasi dan industrialisasi di Gresik dapat berjalan beriringan dengan kesiapan SDM lokal.

Penulis: HMS

Editor: Redaksi