
SURABAYA, Lingkar.news – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, meninggal dunia pada Selasa malam, 10 Februari 2026, karena sakit.
Almarhum wafat dalam usia 57 tahun saat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Kabar duka ini dibenarkan oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni.
Sebelumnya, beredar informasi melalui pesan WhatsApp di grup-grup jurnalis Surabaya yang menyebutkan Ketua DPRD Kota Surabaya berpulang hari Selasa, 10 Februari 2026, pukul 20.36, di salah satu RS di Jakarta.
“Memang benar informasi tersebut,” ujar Arif Fathoni saat dikonfirmasi.
Penghormatan Terakhir Dijadwalkan Kamis
Arif Fathoni menjelaskan, jenazah Ketua DPRD Surabaya rencananya akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Surabaya pada Selasa malam.
Setibanya di Surabaya, jenazah akan disemayamkan di Rumah Persemayaman Surabaya. Penghormatan terakhir dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, di Kantor DPRD Surabaya, sebelum almarhum dimakamkan.
“Baru pada Kamis akan diberikan penghormatan terakhir di Kantor DPRD Surabaya untuk selanjutnya dimakamkan,” jelasnya.
Pesan Terakhir untuk Rekan Kerja
Arif mengaku tidak memiliki firasat khusus sebelum kepergian Adi Sutarwijono. Namun, ia sempat menerima pesan pribadi dari almarhum sebelum menjalani pengobatan di Jakarta.
“Pak Waka, terima kasih atas kebaikan selama ini. Jika belum sempat saya balas di kehidupan ini, akan saya balas di kehidupan selanjutnya,” kenang Arif.
Menurut Arif, almarhum merupakan sosok pemimpin yang terbuka dan nyaman diajak berdiskusi, terutama dalam menjalankan tugas-tugas di lingkungan DPRD Surabaya.
Meski ditinggalkan pemimpinnya, Arif Fathoni memastikan roda organisasi DPRD Kota Surabaya tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami memastikan kinerja DPRD akan tetap berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Profil Singkat Adi Sutarwijono
Adi Sutarwijono lahir di Blitar, 4 Agustus 1968. Ia merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya selama dua periode, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.
Sebelumnya, Adi juga pernah menjadi anggota DPRD Surabaya pada sisa masa jabatan 2009–2014 dan periode 2014–2019. Selain itu, ia dipercaya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya periode 2019–2024.
Duka Cita dari PDI Perjuangan Jatim
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Adi Sutarwijono.
“Atas nama keluarga besar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya sahabat dan rekan juang almarhum Adi Sutarwijono,” ujar Deni.
Deni mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang berdedikasi, rendah hati, dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat Surabaya.
“Almarhum adalah pekerja keras, teguh dalam prinsip, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Pengabdian beliau akan selalu dikenang,” tutupnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki