
GRESIK, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk melanjutkan pembangunan Jalan Poros Desa atau JPD Klampok-Munggugebang, Kecamatan Benjeng.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik Dhiannita Tri Astuti mengatakan, pembangunan ruas jalan tersebut dilakukan secara bertahap. Ruas Klampok-Munggugebang memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer.
Pada tahap yang dikerjakan tahun ini, betonisasi dilakukan sepanjang sekitar 205 meter dengan lebar lima meter.
“Jalan sebelumnya menggunakan paving block dan kondisinya sudah mengalami penurunan. Tahun ini kami melakukan penanganan dengan konstruksi beton sepanjang kurang lebih 205 meter dan lebar lima meter,” jelas Dhiannita.
Ia mengatakan, pembangunan tidak berhenti pada pekerjaan tahun ini. Pemkab Gresik telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk melanjutkan penanganan ruas tersebut pada tahun berikutnya.
Kelanjutan pembangunan JPD Klampok-Munggugebang menjadi bagian dari program Pemkab Gresik dalam meningkatkan kualitas jalan dan konektivitas antarwilayah hingga 2027.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus Pemkab Gresik sejak 2025. Percepatan pembangunan dilakukan melalui APBD Perubahan 2025, APBD 2026, dan akan dilanjutkan hingga 2027.
“Sejak 2025 kita memang fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Benjeng dan Balongpanggang menjadi salah satu prioritas untuk pembangunan JPD,” ujar Bupati Yani saat meresmikan pembangunan JPD ruas Klampok-Munggugebang, Jumat (4/09).
Menurutnya, pembangunan jalan perlu dilakukan sebagai jaringan konektivitas yang saling terhubung, termasuk jalan kabupaten, JPD, jalan desa, jalan lingkungan, hingga jalur alternatif antardesa dan antarkecamatan.
“Jangan sampai jalan dibangun sendiri-sendiri. Harus terkoneksi antara jalan kabupaten, JPD, jalan desa, termasuk jalan alternatif yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya,” katanya.
JPD Klampok-Munggugebang Diarahkan untuk Dukung Aktivitas Masyarakat
Selain ruas Klampok-Munggugebang, penanganan JPD melalui APBD 2026 secara keseluruhan mencapai sekitar 4,5 kilometer. Pembangunan tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Duduk Sampeyan, Manyar, Menganti, Cerme, Benjeng, Kedamean, Wringinanom, Dukun, Balongpanggang, Bungah, Driyorejo, Ujungpangkah, Panceng, hingga Sangkapura.
Dhiannita mengatakan, pembangunan JPD tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi dan pertanian, ketahanan pangan, akses pendidikan, hingga pelayanan dasar.
“Pembangunan JPD ini kami harapkan memberikan dampak langsung terhadap konektivitas masyarakat, terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi, pertanian dan ketahanan pangan, akses pendidikan, serta pelayanan dasar,” ujarnya.
Bupati Yani juga mengajak masyarakat ikut merawat infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, pembangunan jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Setelah jalan jadi, biasanya kita tanam pohon. Saya titip kepada warga, jalan dan pohonnya sama-sama dirawat. Jangan hanya pemerintah yang merawat, masyarakat juga harus ikut menjaga,” ujarnya.
Dhiannita turut meminta masyarakat menjaga badan dan bahu jalan agar fungsi jalan tetap optimal dan usia layanan infrastruktur dapat bertahan lebih lama.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga jalan yang sudah dibangun. Jangan sampai badan maupun bahu jalan digunakan atau dirusak sehingga mengurangi fungsi jalan,” katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Benjeng, Pemerintah Desa Klampok, dan masyarakat yang telah mendukung pembangunan hingga tahap pertama dapat diselesaikan sesuai target.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi