
GRESIK, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membidik perluasan program PIRINGKU (Pemberian Makanan Khusus pada Lansia) pada 2027 mendatang. Program yang saat ini masih dalam tahap percontohan tersebut menyasar warga lanjut usia (lansia) tunggal kurang mampu yang tinggal sendiri dan tidak memiliki pendamping perawatan.
Uji coba PIRINGKU dilaksanakan di Kecamatan Ujungpangkah dengan menyasar 40 lansia berusia di atas 60 tahun. Selama 60 hari, para penerima manfaat memperoleh makanan siap konsumsi setiap hari untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, menjelaskan program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada lansia yang memiliki keterbatasan tenaga untuk menyiapkan makanan secara mandiri.
“Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gresik kepada lansia tunggal. Kami memberikan makanan yang sudah siap dikonsumsi untuk siang hari karena mereka sudah memiliki keterbatasan tenaga untuk memasak sendiri,” jelasnya.
Bantuan diberikan dalam bentuk makanan siap santap, bukan uang tunai maupun sembako. Menu yang disiapkan terdiri atas karbohidrat, sayuran, dan lauk-pauk dengan memperhatikan kebutuhan gizi serta kondisi kesehatan penerima manfaat.
Sebelum menerima bantuan, para lansia terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Puskesmas. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing penerima, termasuk penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes. Penyusunan menu kemudian mengacu pada rekomendasi tenaga kesehatan dan ahli gizi.
Ummi berharap program percontohan tersebut dapat berlanjut dan diperluas pada 2027. Menurutnya, keberlanjutan PIRINGKU membutuhkan dukungan para pengambil kebijakan, legislatif, dan tim anggaran agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak lansia.
“Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan diperluas. Semoga para pengambil kebijakan, legislatif, serta tim anggaran dapat melihat manfaat program ini bagi masyarakat, khususnya para lansia,” ungkapnya.
Selain memberikan bantuan makanan, PIRINGKU juga melibatkan masyarakat setempat dalam proses pengolahan dan distribusi melalui kelompok masyarakat (Pokmas).
Distribusi Program PIRINGKU
Ketua Pokmas Mangrove Ujungpangkah, Husnul Hatimah, mengatakan pihaknya memberdayakan warga dari sejumlah desa untuk menjalankan program tersebut. Sebanyak tiga orang bertugas memasak, sedangkan tenaga lainnya membantu mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat.
“Untuk tenaga memasak, kami memberdayakan masyarakat dari beberapa desa. Mereka berkumpul untuk memasak bersama, dengan menu yang berbeda setiap harinya sesuai ketentuan ahli gizi,” ujarnya.
Distribusi makanan dilakukan mulai pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Pengiriman disesuaikan dengan jarak tempat tinggal penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kecamatan Ujungpangkah.
Husnul mengatakan, selama pelaksanaan program belum ditemukan kendala berarti. Ia berharap PIRINGKU dapat terus berlanjut karena kebutuhan lansia terhadap bantuan makanan masih tinggi.
Salah satu penerima manfaat, Ndukurfiah, lansia berusia 100 tahun asal Desa Pangkahkulon, mengaku senang menerima bantuan tersebut. Ia tinggal seorang diri di rumah kontrakan, sementara anaknya merantau ke luar negeri sehingga tidak dapat mendampinginya setiap hari.
“Saya senang, Bu. Maturnuwun, sudah diberi makanan. Alhamdulillah,” ungkapnya.
Melalui uji coba di Ujungpangkah, Pemkab Gresik akan memperoleh bahan evaluasi untuk menentukan keberlanjutan dan kemungkinan perluasan program PIRINGKU pada 2027. Perluasan program diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lansia tunggal kurang mampu yang membutuhkan bantuan pemenuhan makanan sehari-hari.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi