1787749870 hadapi kemarau bupati yani salurkan 20 ribu liter air bersih untuk warga tenggor 565Kr9 750x536 1

GRESIK, Lingkar.news — Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk menghadapi musim kemarau dan potensi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah.

Selain menyiapkan distribusi air bersih, Pemkab Gresik melakukan normalisasi waduk dan saluran air untuk meningkatkan kapasitas tampungan air saat musim penghujan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan langkah tersebut diperlukan agar persoalan kekurangan air tidak hanya ditangani ketika musim kemarau berlangsung, tetapi juga diantisipasi sejak musim penghujan.

“Waduk juga sedang kita kerjakan. Seperti yang disampaikan Pak Kades, di Dohoagung, Kedungpring itu juga sedang kita kerjakan waduknya karena musim kemarau ini sudah dangkal. Kita normalisasi untuk persiapan ketika musim penghujan, supaya debit air yang tertampung cukup banyak,” ujarnya.

Sebanyak 12 alat telah diturunkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik untuk mengerjakan sejumlah titik. Pekerjaan tersebut mencakup normalisasi anak Sungai Kali Lamong dan beberapa waduk di wilayah Gresik.

Langkah mitigasi tersebut dilakukan di tengah pemetaan BPBD Gresik yang mencatat 62 desa di 11 kecamatan berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Wilayah tersebut mencakup 136 dusun di Kabupaten Gresik.

Untuk penanganan jangka pendek, BPBD Gresik telah menyiapkan lima armada tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.

“BPBD sudah memetakan 62 desa dari 11 kecamatan yang berpotensi kekurangan air bersih. Untuk mendukung penanganan, kami sudah menyiapkan lima armada tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter,” ujar Kepala BPBD Gresik, Sukardi.

Dukungan distribusi air juga diperbesar melalui perubahan anggaran. BPBD sebelumnya memiliki alokasi sekitar 250 tangki air, kemudian mendapat tambahan sekitar 200 tangki. Dengan demikian, total kesiapan dukungan distribusi mencapai sekitar 450 tangki.

Pada Rabu (26/8/2026), Bupati Fandi Akhmad Yani turun langsung menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang. Sebanyak empat tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter atau total 20.000 liter air bersih disalurkan kepada warga.

Desa Tenggor merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam pemetaan potensi kekurangan air bersih. Khusus di desa tersebut, BPBD menerima permintaan bantuan untuk 720 kepala keluarga atau 465 rumah.

Selain Tenggor, lima desa lainnya di Kecamatan Balongpanggang juga masuk pemetaan, yakni Ganggang, Ngasin, Dapet, Dohoagung, dan Tanahlandean.

Sebelum penyaluran ke Tenggor, BPBD Gresik telah mendistribusikan bantuan air bersih ke lima desa. Dua desa berada di Kecamatan Sidayu, yakni Randuboto dan Srowo, sedangkan tiga desa lainnya berada di Kecamatan Bungah, yakni Kemangi, Gumeng, dan Pegundan.

Fandi mengatakan Pemkab Gresik juga telah menyiapkan tambahan anggaran Rp100 juta melalui perubahan anggaran untuk mendukung penanganan kebutuhan air bersih.

Menurutnya, penanganan kekurangan air bersih membutuhkan kolaborasi pemerintah dan berbagai pihak. Pemkab Gresik berencana menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik dalam distribusi bantuan.

“Insyaallah tahun ini kita lebih siap, termasuk secara anggaran. Armada juga nanti bisa kita kolaborasikan. BPBD punya lima truk tangki, PMI Gresik juga punya anggaran dan infrastruktur truk operasional. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi kemarau panjang ini,” ujar Bupati Yani.

Pemkab Gresik Buka Akses Pelaporan bagi Masyarakat

Pemkab Gresik juga membuka akses pelaporan bagi masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih. Warga dapat melaporkan kebutuhan melalui layanan 112, Lapor Gus di 0812-3225-4001, maupun melalui pemerintah desa.

“Kami butuh informasi dari masyarakat Gresik, kecamatan atau desa mana yang membutuhkan air bersih. Bisa melalui 112, Lapor Gus di 0812-3225-4001, atau melalui pemerintah desa. Kepala desa bisa berkoordinasi dengan kecamatan untuk melaporkan kebutuhan air bersih di wilayahnya,” ujar Bupati Yani.

Fandi mengatakan persoalan air bersih tidak selalu disebabkan oleh kekeringan. Di sejumlah wilayah, masalah juga dapat terjadi akibat distribusi air perpipaan yang tidak lancar.

Karena itu, ia meminta masyarakat aktif menyampaikan informasi mengenai kondisi air bersih di lingkungannya agar pemerintah dapat menentukan penanganan sesuai kebutuhan.

“Kami butuh masukan, butuh informasi untuk disampaikan langsung. Desa mana, dusun mana, kecamatan mana. Tidak perlu khawatir, anggarannya juga kami siapkan sampai akhir tahun. Mudah-mudahan musim kemarau ini bisa kita lewati bersama,” tutur Bupati Yani.

Penulis: HMS

Editor: Redaksi