gubernur jatim khofifah indar parawansa gelar pasar murah di lapangan tambak wedi surabaya

SURABAYA, Lingkar.news Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar pasar murah di Kota Surabaya, Sabtu (7/2/2026), sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan inflasi menjelang meningkatnya permintaan masyarakat pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah yang digelar di Lapangan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Ramadan semakin dekat, kurang lebih dua minggu lagi kita memasuki bulan suci. Permintaan bahan pokok tentu meningkat. Melalui pasar murah ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau sekaligus membantu pengendalian inflasi dan stabilisasi harga,” ujar Khofifah.

Sembako di Bawah Harga Pasar

Dalam pasar murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar, di antaranya beras premium seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng MinyaKita Rp13.000 per liter, serta telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.

Selain itu, tersedia pula tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

Pasar murah tersebut juga menyediakan cabai rawit merah seharga Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram guna menjaga stabilitas harga komoditas bumbu dapur.

“Tidak hanya kebutuhan pokok, tapi di pasar murah juga kita sediakan kebutuhan bumbu dapur dengan harga terjangkau,” katanya.

Jaga Daya Beli dan Stabilisasi Pasokan

Khofifah menegaskan pasar murah merupakan bagian dari upaya Pemprov menjaga daya beli masyarakat dan telah dilaksanakan secara masif di berbagai daerah di Jatim.

“Bersama-sama kita jaga pasokannya sehingga tetap aman. Harganya pun tetap ramah di kantong masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program pasar murah Pemprov Jatim bersifat komplementer atau saling melengkapi dengan program pemerintah kabupaten dan kota.

“Ini adalah bentuk saling melapisi. Apa yang dilakukan Pemkab dan Pemkot, kita dukung dengan pasar murah dari Pemprov Jatim,” tegasnya.

UMKM Lokal Ramaikan Pasar Murah

Selain sembako, pasar murah juga diramaikan oleh stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menjajakan berbagai produk makanan dan jajanan.

Salah seorang warga Tambak Wedi, Nur Hasanah, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia bahkan menerima beras gratis dari Gubernur Jawa Timur.

“Alhamdulillah, saya tadinya mau beli beras dan minyak goreng, ternyata malah dapat beras gratis dari Ibu Gubernur,” katanya.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki