ESDM PLTS Terapung Karangkates 100 MW perkuat pasokan listrik Jatim 750x536 1

Malang, Lingkar.news – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates berkapasitas 100 megawatt (MW) arus bolak-balik (AC) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus dipercepat. Proyek ini ditujukan untuk menambah pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil.

Direktur Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tony Susandy mengatakan, pemanfaatan permukaan Waduk Karangkates untuk pembangkit listrik tenaga surya merupakan strategi pengembangan energi bersih tanpa mengorbankan lahan daratan produktif.

Tony menyampaikan apresiasinya terhadap pengembangan proyek tersebut dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Minggu (8/11/2026).

“Kami sangat mengapresiasi langkah progresif PLN dalam mengoptimalkan potensi permukaan air Waduk Karangkates menjadi PLTS Terapung berskala 100 MWac,”

Ia mengatakan, pemanfaatan bendungan yang sudah ada untuk pembangkit energi surya dapat mempercepat peningkatan bauran energi baru terbarukan nasional sekaligus mendukung pencapaian target emisi nol bersih atau Net Zero Emission.

PLTS Terapung Karangkates dikembangkan dengan kapasitas 100 MWac atau setara 133 megawatt peak (MWp). Proyek ini merupakan kolaborasi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) bersama PLN Nusantara Power, dengan pembangunan dilaksanakan PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).

Tony bersama jajaran manajemen PLN UIP JBTB dan PLN Nusantara Power juga meninjau langsung proyek tersebut untuk memastikan progres konstruksi berjalan sesuai jadwal dan standar lingkungan.

Executive Vice President Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN Widya Anggoro Putro menjelaskan, pembangunan PLTS terapung membutuhkan ketelitian rekayasa teknis agar fasilitas pembangkit dapat beroperasi optimal dan berkontribusi terhadap keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur.

General Manager PLN UIP JBTB Hendro Prasetyawan mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas pemanfaatan energi surya sekaligus mendukung pengembangan kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt peak (GWp) secara nasional.

Ia memastikan PLN UIP JBTB bersama PLN Nusantara Power akan mengawal pembangunan proyek agar nantinya mampu menghasilkan pasokan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pewarta: Agung Suryono
Editor: Saiful Muhlis