pemkab jember gelar kupatan

JEMBER, Lingkar.news Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar kegiatan kupatan bersama masyarakat di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait. Dalam sambutannya ia menegaskan pentingnya menjaga tradisi sekaligus memperkuat nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat.

Tradisi Kupatan yang Membumi

Selain itu, pelaksanaan kupatan tahun ini adalah langkah nyata pemerintah daerah dalam merayakan Idulfitri, sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan pemerintah pusat.

“Kami tidak mengadakan open house tahun ini karena mengikuti anjuran dari pemerintah pusat. Namun hal ini tidak mengurangi makna Idulfitri, justru kita kuatkan melalui tradisi kupatan yang lebih membumi dan penuh makna,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadan yang telah dijalani selama 30 hari merupakan sarana penyucian diri dari dosa kepada Allah SWT. Namun demikian, hubungan antarsesama manusia harus disempurnakan melalui saling memaafkan, yang menjadi inti dari tradisi kupatan dan silaturahmi.

“Puasa Ramadan menghapus dosa kepada Allah, tetapi dosa kepada sesama hanya bisa diselesaikan dengan saling memaafkan. Tradisi kupatan inilah yang menjadi ruang untuk itu,” jelasnya.

Merawat Warisan Ulama Nusantara

Lebih lanjut, Gus Fawait menyoroti bahwa tradisi kupatan merupakan warisan ulama Nusantara yang memiliki nilai luhur dalam membangun harmoni sosial. Tradisi seperti halalbihalal, silaturahmi, hingga budaya “ngelencer” menjadi kekayaan khas Indonesia yang tidak banyak ditemukan di negara lain.

Menurutnya, menjaga tradisi tersebut bukan hanya soal budaya, tetapi juga bagian dari upaya mempererat persaudaraan dan merawat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Momentum Saling Mendoakan untuk Jember

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Idulfitri sebagai waktu terbaik untuk saling mendoakan. Ia berharap doa-doa yang dipanjatkan dalam kondisi hati yang bersih dapat membawa kebaikan bagi bangsa dan daerah.

Kegiatan kupatan ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi dan leluhur. Melalui kebersamaan dan doa yang dipanjatkan, masyarakat diajak untuk mengenang serta mendoakan para pendahulu agar mendapatkan ampunan dan keberkahan.

“Dengan menjaga tradisi ini, kita tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mengingat jasa para leluhur serta memohonkan doa terbaik untuk mereka,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Jember berharap nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan gotong royong dapat terus tumbuh, sejalan dengan semangat Idulfitri sebagai momentum kembali kepada kesucian.

Jurnalis: Lingkarnews network
Editor: Basuki