1792109453 gresik bersholawat dipadati ribuan jamaah bupati ajak masyarakat perkuat doa dan kebersamaan AkIe0Z 750x536 1

GRESIK, Lingkar.news – Ribuan jamaah dari berbagai daerah berkumpul di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, baru-baru ini, dalam kegiatan Gresik Bersholawat.

Selain menjadi ruang untuk melantunkan sholawat dan memanjatkan doa, kegiatan tersebut juga mempererat silaturahmi sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan bagi keluarga dan daerah.

Antusiasme jamaah terlihat sejak awal acara. Mereka datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik hingga daerah tetangga, seperti Surabaya dan Lamongan. Kegiatan ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), alim ulama, tokoh masyarakat, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawasul, kemudian dilanjutkan lantunan sholawat yang dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Assegaf bersama Majelis Ta’lim dan Sholawat Az-Zahir dari Pekalongan. Ribuan jamaah mengikuti lantunan sholawat dengan khidmat, menciptakan suasana religius di lingkungan pusat pemerintahan Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah yang hadir. Ia berharap majelis sholawat tersebut dapat memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh jamaah dan elemen masyarakat yang telah hadir. Semoga majelis sholawat ini semakin mempererat kekompakan kita serta menambah kecintaan kita kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW,” ujar Bupati Yani.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu juga mengajak jamaah mendoakan Kabupaten Gresik agar senantiasa mendapat keberkahan, dijauhkan dari musibah dan bencana, serta diberikan kemakmuran dan kesejahteraan. Ia turut berharap hujan segera turun dan membawa kebaikan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan Gresik senantiasa diberi keberkahan oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala musibah dan bencana, serta doa-doa kita dikabulkan. Semoga hujan segera turun dan menjadi pembawa keberkahan, serta seluruh jamaah yang hadir diberikan rezeki yang melimpah dan barokah,” tambahnya.

Tak hanya mendoakan daerah sendiri, Gus Yani mengajak jamaah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat di wilayah lain yang tengah menghadapi bencana. Ia menilai doa dan solidaritas menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian antarsesama.

“Mari kita selipkan doa agar musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta berbagai bencana lain di daerah lain, dapat segera teratasi,” ajaknya.

Setelah rangkaian sholawat dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH. Ahmad Anwar Zahid, pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah, Bojonegoro. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah menjadikan kebaikan sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mulai dari niat, perkataan, pemikiran, hingga perbuatan.

“Tugas utama kita adalah menjadi orang baik. Dalam menjalani seluruh aktivitas kehidupan ini, mari kita niatkan yang baik, ucapkan yang baik, pikirkan yang baik, dan kerjakan yang baik. Insyaallah, dunia dan akhirat akan membawa kebaikan,” pesan KH. Anwar Zahid di hadapan ribuan jamaah.

Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak menyombongkan harta, ilmu, maupun jabatan. Menurutnya, semua yang dimiliki manusia merupakan titipan Allah SWT yang harus disyukuri dan dimanfaatkan untuk berbuat baik.

“Manusia itu aslinya tidak punya apa-apa. Kita lahir tidak membawa apa-apa dan nanti akan kembali tidak membawa apa-apa. Semua milik Allah. Kalau ada orang yang merasa memiliki atau menyombongkan hartanya, itu aneh. Mari kita berlomba-lomba membuat cerita hidup yang baik melalui amal saleh,” tuturnya.

Di tengah suasana religius, kegiatan tersebut juga menghadirkan kebahagiaan bagi sejumlah jamaah melalui pembagian hadiah atau doorprize. Dua unit sepeda motor Honda Beat disediakan sebagai hadiah utama. M. Husnil Ibad (19), warga Telogo Pojok, dan Siti Nurlita Putri (18), warga Dahanrejo, menjadi dua jamaah yang beruntung mendapatkan hadiah tersebut.

Kebahagiaan Masyarakat Mengikuti Gresik Bersholawat

Kebahagiaan serupa dirasakan Rafi Ahmad, siswa kelas VII sekolah menengah pertama (SMP), yang berkesempatan berinteraksi langsung dengan KH. Ahmad Anwar Zahid melalui sesi tanya jawab. Dalam kesempatan tersebut, Rafi mendapatkan hadiah berupa sarung.

Bagi sebagian jamaah, Gresik Bersholawat juga menjadi kesempatan untuk memanjatkan doa bagi keluarga. Mahmuda, warga Duduksampeyan, mengikuti majelis sambil berdoa agar keluarga dan anak-anaknya mendapat keberkahan. Sementara itu, seorang anak dari keluarga asal Lamongan berkesempatan membacakan ayat suci Al-Qur’an di hadapan KH. Ahmad Anwar Zahid.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari kehadiran Dimas (26), warga Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Ia mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut secara langsung dan berharap majelis serupa kembali digelar.

“Alhamdulillah, senang sekali di Gresik ada acara sholawatan seperti ini lagi. Harapannya sering-sering diadakan, apalagi suasana majelisnya adem dan ada doorprize menarik seperti motor,” ungkapnya.

Untuk menjangkau masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung, Pemkab Gresik menyediakan siaran langsung melalui kanal YouTube resminya. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan dari luar lokasi acara.

Gresik Bersholawat menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat, dan warga dalam suasana kebersamaan. Melalui sholawat, doa, dan tausiyah, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai religius, menjaga kerukunan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, majelis tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk merawat silaturahmi dan menyatukan harapan akan kehidupan yang lebih baik, baik bagi keluarga maupun Kabupaten Gresik.

Penulis: HMS

Editor: Redaksi