
JEMBER, Lingkar.news — Pemerintah Kabupaten/Pemkab Jember mengambil langkah taktis dalam mempercepat penanganan kemiskinan di wilayahnya.
Melalui kunjungan kerja dan audiensi langsung ke kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia di Jakarta pada Rabu (30/9/2026), Pemkab Jember mematangkan strategi sinkronisasi data program pengentasan kemiskinan agar selaras dengan indikator nasional.
Sinergi Kebijakan dan Indikator Pusat
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember, Lingga Diputra, menjelaskan bahwa kedatangan pihaknya bertujuan untuk berkonsultasi mengenai teknis penyelarasan data serta sinkronisasi program penanggulangan kemiskinan daerah dengan indikator pendataan di BPS.
“Kami berkonsultasi dan memohon arahan serta masukan dari BPS pusat. Tujuannya, agar berbagai program pengentasan kemiskinan yang tengah dijalankan Pemkab Jember dapat berjalan selaras dan terintegrasi dengan BPS,” ujar Lingga usai pertemuan.
Optimalisasi Intervensi Sosial Melalui Program Nyata
Menurut Lingga, Pemkab Jember selama ini telah mengoperasikan berbagai program intervensi sosial.
Langkah tersebut berfokus pada dua pilar utama, yaitu meringankan beban pengeluaran masyarakat kurang mampu serta meningkatkan pendapatan kelompok warga miskin produktif. Beberapa contoh program nyata yang telah berjalan di antaranya layanan Homecare.
Pemkab Jember Memanfaatkan “Singosari” untuk Akurasi Data
Meski demikian, banyak capaian dan intervensi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jember yang dinilai belum terekam secara optimal dalam basis data statistik nasional.
Melalui audiensi yang dihadiri oleh Sekretaris Utama, serta perwakilan BPS Jawa Timur tersebut, terungkap adanya sistem aplikasi bernama Sistem Informasi Pengelolaan Data Desa Terintegrasi (Singosari) milik BPS.
Aplikasi Singosari tersebut memungkinkan setiap program kegiatan intervensi sosial dari tiap OPD daerah untuk dicatat dan diakomodasi ke dalam sistem integrasi BPS.
“Sebagai tindak lanjut, kami akan segera bersurat resmi ke BPS Provinsi Jawa Timur agar Pemkab Jember diberikan akses ke aplikasi. Dengan integrasi ini, seluruh intervensi yang disalurkan pemkab dapat terdata secara akurat, sehingga dampaknya benar-benar efektif menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Jember,” pungkas Lingga.
Jurnalis: Lingkar.news Network
Editor: Asih
