
CILEGON, BANTEN, Lingkar.news – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) membuka peluang besar bagi produk-produk desa di Indonesia untuk menembus jaringan pasar ekspor internasional.
Selain membuka akses ke puluhan negara tujuan, pemerintah juga siap mengucurkan bantuan ekonomi berjejaring hingga Rp2,5 miliar per desa guna memperkuat pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan kewirausahaan warga.
Langkah strategis ini direalisasikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kemendes PDT dan Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah dalam agenda Muktamar XI Al-Khairiyah di Citangkil, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (17/10/2026).
Menteri Desa dan PDT,Yandri Susanto, menegaskan bahwa potensi komoditas lokal karya warga desa sangat besar untuk bersaing di tingkat global. Saat ini, pihaknya telah menjalin kemitraan global untuk memfasilitasi pemasaran produk desa ke luar negeri.
”Saat ini Kemendes PDT telah menyiapkan 49 negara tujuan ekspor produk desa,” kata Yandri.
Ia merinci sejumlah komoditas asli karya warga desa yang terbukti sukses menembus pasar internasional, di antaranya kendang jimbe, gula aren, hingga produk budi daya ikan mas koki.
Untuk mendukung kesiapan ekonomi desa dan kapasitas produksi masyarakat, Kemendes PDT bersama Bank Dunia akan meluncurkan program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI).
Melalui program ini, desa-desa yang siap akan mendapatkan suntikan dana segar serta bantuan desa tematik senilai ratusan juta rupiah.
“Nanti kolaborasi Kemendes PDT dengan Bank Dunia bakal meluncurkan program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI). Di mana setiap desa bakal bisa peroleh bantuan hingga Rp2,5 miliar,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.
Di samping memaparkan program pengembangan ekonomi dan ekspor desa, Mendes Yandri juga memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Al-Khairiyah dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Ia berpesan agar lembaga tersebut terus menjaga semangat berkontribusi bagi bangsa.
”Komitmen terhadap SDM yang dilakukan Al-Khairiyah harus kita beri apresiasi setinggi-tingginya. Saya berpesan agar tidak patah semangat dan pantang mundur. Niat yang suci untuk agama, bangsa, dan negara harus menjadi semangat utama,” tegas dia.
Jurnalis: Arif Prayoga
Editor: Asih