Gubernur Jateng dan Maluku Utara Pamer Foto Duduk Berdampingan Medsos Langsung Diserbu Doa Berjodoh 6aaa9ba5d9306

SEMARANG, Lingkar.news — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mendadak hebohkan dunia maya usai kompak mengunggah foto duduk berdampingan di akun Instagram resmi masing-masing, Senin (15/9/2026).

Postingan kedua kepala daerah yang sama-sama berstatus single ini langsung diserbu ratusan ribu likes dan ribuan komentar netizen yang mendoakan keduanya berjodoh.

Gubernur Sherly mengunggah 11 foto terlebih dahulu pada Senin sore, dengan tiga frame menampilkan momen duduk berdampingan bersama Ahmad Luthfi di antara Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Beberapa jam kemudian, akun @ahmadluthfi_official menyusul dengan memajang foto serupa sebagai foto utama.

“Duda dan janda premium limited edition. Cocok…,” komentar akun @pakdejateng.

“Pak Luthfi cocok ya sama bu Sherly yang cantik banget,” timpal akun @kanarajanitra.

Ternyata, kebersamaan kedua gubernur ini terjadi saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pimpinan DPR RI dan Mendagri Tito Karnavian untuk memaparkan kondisi dan isu agraria di wilayah masing-masing.

Dalam RDP tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memaparkan bahwa memproteksi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) adalah upaya yeng terus dilakukan demi menjaga produktivitas pangan di wilayahnya serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data, lahan pertanian di Jawa Tengah sekitar 1,5 juta hektare. Dari luasan itu, pada 2025 lalu produktivitas padi atau gabah kering giling (GKG) dapat mencapai hampir 11 juta ton dan berkontribusi sebesar 15,6 persen gabah kering nasional.

Sementara untuk tahun 2026 ini ditargetkan produksi padi di Jawa Tengah hingga akhir tahun sebesar 10,5 juta ton.

“Sawah hilang tidak mungkin akan kembali. Kita perlu mempertahankan luas lahan pertanian, agar jangan sampai beralih fungsi,” tegas Luthfi.

Bahkan, dikatakan dia, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jateng sudah melebihi target minimum 87 persen. Hal itu sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian ATR/BPN. Walaupun demikian, untuk di beberapa daerah perkotaan masih terkenda, karena terbatasnya lahan.

Jurnalis: Lingkar.news Network

Editor: Asih