bpbd jatim bentuk destana 38 kabupaten kota 750x536 1

SURABAYA, Lingkar.news Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di 38 kabupaten/kota sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan pembentukan Destana diawali di wilayah Mataraman, mulai dari Kabupaten Tulungagung, Magetan, Trenggalek hingga Kabupaten dan Kota Madiun.

“Selain itu, di Tulungagung, pembentukan Destana dilangsungkan di Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan. Sedangkan di Magetan, kegiatan Destana berfokus di Desa Jabung, Kecamatan Panekan,” kata Deni di Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Ia mengatakan pembentukan Destana merupakan bagian dari upaya BPBD Jatim dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di wilayahnya.

“Sebagaimana arahan Gubernur Khofifah melalui Kalaksa BPBD Jatim, kesiapsiagaan adalah prioritas utama di setiap lapisan masyarakat. Destana ini merupakan salah satu bentuk langkah konkret dari pemerintah kepada masyarakat untuk membangun masyarakat yang siap siaga, tanggap, dan tangguh terhadap setiap ancaman bencana,” terangnya.

Menurutnya, dengan dibentuknya Destana diharapkan masyarakat dapat mengenali potensi ancaman bencana, siap dalam keadaan darurat, serta berkemampuan memulihkan diri dari dampak bencana yang merugikan.

“Untuk di Trenggalek, pembentukan Destana menyasar Desa Timahan, Kecamatan Kampak. Di Kabupaten Madiun, pembentukan Destana berlokasi di Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu dan di Kota Madiun, kegiatan ini menyasar Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo,” katanya.

Deni menambahkan, di setiap pembentukan Destana, BPBD Jatim juga memberikan bantuan 100 bibit pohon produktif seperti bibit pohon durian, alpukat, kelengkeng, dan jambu air.

“Bantuan bibit ini diharapkan bisa menjadi mitigasi vegetatif bagi desa setempat yang manfaatnya juga bisa dirasakan secara ekonomis oleh warga sekitar,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah materi diberikan kepada peserta Destana, mulai dari pengenalan pentingnya Destana, Kajian Risiko Bencana, hingga Rencana Penanggulangan Bencana.

“Selain itu, juga diberikan materi Rencana Aksi Komunitas, SOP Peringatan Dini, SOP Evakuasi, Rencana Kontingensi, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) hingga pembentukan Forum PRB Desa,” ujar Deni.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki