
GRESIK, Lingkar.news – Gresik Inovasi Festival (GINOFEST) 2026 menghadirkan 205 inovasi dari berbagai sektor, mulai dari teknologi berbasis website, agribisnis, hingga sosial budaya.
Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan partisipasi inovator di Kabupaten Gresik dalam tiga tahun terakhir.
Festival yang mengusung tema “Budaya Menginspirasi, Ciptakan Inovasi, Gresik Siap Bertransformasi” ini resmi dibuka oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Edy Hadisiswoyo, di Atrium Icon Mall, Jumat, 6 November 2026.
Berlangsung selama dua hari, 6–7 November 2026, GINOFEST menjadi wadah bagi pemerintah daerah, institusi pendidikan, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memamerkan karya sekaligus membangun kolaborasi dalam mendorong pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Edy menegaskan bahwa GINOFEST bukan sekadar ajang pameran kreativitas, melainkan bagian dari investasi untuk menyiapkan masa depan Kabupaten Gresik melalui gagasan dan terobosan yang memberikan dampak nyata.
“Seluruh kegiatan dalam GINOFEST ini bukan hanya ajang pameran semata, tetapi merupakan investasi bagi masa depan Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Ia mendorong seluruh elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintahan, akademisi, perguruan tinggi, tokoh agama, hingga masyarakat luas, untuk terlibat aktif dalam menciptakan inovasi.
Menurut Edy, keberhasilan inovasi harus dilihat dari hasil dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Inovasi tidak cukup hanya menghasilkan gagasan baru, tetapi juga harus memberikan nilai tambah.
“Ukuran dari inovasi ini adalah dari yang tidak ada menjadi ada, dan dari yang ada mampu memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gresik, Misbahul Munir, memaparkan perkembangan inovasi daerah yang menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Pada 2024, tercatat 88 inovasi yang berpartisipasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 116 inovasi pada 2025 dan kembali melonjak menjadi 205 inovasi pada 2026.
Dari total inovasi tahun ini, sebanyak 73 merupakan inovasi berbasis website, 57 inovasi bidang agribisnis, 27 inovasi sosial budaya, dan 48 inovasi berasal dari perangkat daerah.
Misbahul menjelaskan, GINOFEST menjadi sarana publikasi, promosi, sekaligus apresiasi terhadap karya inovatif yang dikembangkan berbagai kalangan.
“GINOFEST menjadi wadah publikasi, promosi, dan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan oleh perangkat daerah, institusi pendidikan, perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat,” jelasnya.
Dukungan juga disampaikan perwakilan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Rosan Dastimi. Ia menilai GINOFEST memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem inovasi sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda.
Ia mengajak para peserta terus mengembangkan kreativitas, berani berpikir kritis, dan menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya berkarya.
“Jadikan inovasi sebagai pemantik semangat untuk terus berkarya, berani berpikir kritis, dan kreatif. Masa depan Gresik dan bangsa ini berada di tangan generasi yang tidak pernah lelah berinovasi,” pesannya.
GINOFEST 2026 menghadirkan 26 stan pameran yang melibatkan berbagai unsur pendidikan dan masyarakat. Pesertanya berasal dari sekolah dasar, SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, perangkat daerah, hingga komunitas.
Selain pameran inovasi, festival ini juga menghadirkan diseminasi hasil inovasi, talk show, serta pertunjukan seni budaya dan kreativitas generasi muda.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan awarding Gresik Inovasi Kompetisi 2026 pada Sabtu, 7 November 2026 malam. Agenda tersebut mencakup pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada peserta terbaik.
Melalui GINOFEST 2026, Pemkab Gresik mendorong budaya inovasi yang tidak meninggalkan identitas daerah. Budaya dan kearifan lokal diharapkan menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan terobosan baru di berbagai sektor pembangunan.
(Hms/Lingkar.news)