
SURABAYA, Lingkar.news – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), Jumat (30/1/2026).
Pelantikan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800.1.3.3/362/204/2026, sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja birokrasi berbasis sistem merit.
Proses Seleksi dengan Sistem Merit
Khofifah menegaskan bahwa pelantikan kali ini merupakan putaran pertama yang menggunakan pendekatan Talent DNA dalam proses seleksi pejabat.
“Ini adalah proses pertama yang menggunakan talent DNA. Seluruh tahapan berjalan dengan sistem merit dan melalui uji kompetensi,” ujar Khofifah saat melakukan pelantikan di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Daftar Pejabat Eselon II yang Dilantik
Berdasarkan keputusan tersebut, tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama menempati jabatan baru sekaligus ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) pada posisi sebelumnya untuk menjaga kesinambungan kinerja organisasi.
Berikut daftar tujuh pejabat eselon II yang dilantik beserta jabatan barunya:
- Mohammad Yasin, dari Kepala Bappeda menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur.
- Dr. Nurkholis, dari Kepala Dinas ESDM menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.
- Dydik Rudi Prasetya, dari Kepala Dinas Perkebunan menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim.
- Imam Hidayat, dari Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim.
- Sufi Agustini, dari Kepala Bakorwil Pamekasan menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur.
- Tri Wahyu Liswati, dari Kepala DP3AK menjadi Kepala Bakorwil Bojonegoro.
- Agung Subagyo, dari Kepala Bakorwil Bojonegoro menjadi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim.
Uji Kompetensi Berbasis Talent DNA
Khofifah mengungkapkan bahwa tim uji kompetensi melibatkan akademisi dari Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga, Sekretaris Daerah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta unsur internal dan eksternal Pemprov.
Penunjukan pelaksana tugas dilakukan sambil menunggu pengisian jabatan definitif di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong.
“Sambil kita melihat peta jabatan yang kosong, penempatannya disesuaikan dengan talent DNA dan diserahkan kepada tim uji kompetensi,” tambah Khofifah.
Khofifah memastikan bahwa rotasi dan pelantikan pejabat akan terus berlanjut dalam beberapa gelombang ke depan.
“Ini baru putaran pertama. Akan ada gelombang berikutnya karena masih terdapat beberapa OPD yang jabatan pimpinannya kosong. Tim pansel akan melakukan uji kompetensi lanjutan sesuai talent DNA,” pungkasnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki