1787749870 hadapi kemarau bupati yani salurkan 20 ribu liter air bersih untuk warga tenggor 565Kr9 1 100kb 750x536 1

GRESIK, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan berbagai unsur masyarakat untuk mengantisipasi ancaman kekeringan selama musim kemarau. Salah satu langkah yang disiapkan yakni memperkuat distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah telah diantisipasi melalui kolaborasi antara BPBD, PMI, Baznas, serta berbagai unsur masyarakat. Sejumlah partai politik melalui jajaran di tingkat daerah juga turut membantu distribusi air bersih.

“Insyaallah kami sudah mempersiapkan kebutuhan air bersih. Ada BPBD, PMI, Baznas, dan teman-teman dari berbagai partai politik yang juga memberikan bantuan air bersih di wilayah Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Yani saat menghadiri peringatan HUT ke-81 PMI di Lapangan Pusdiklat PMI, Kamis (17/09/2026).

Menurut Yani, Pemkab Gresik terus memantau laporan masyarakat terkait wilayah yang mengalami kekeringan. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui kanal pengaduan pemerintah, termasuk Gresik AKAS 112 dan WhatsApp Lapor Gus.

“Beberapa titik sudah memberikan informasi melalui Gresik AKAS 112 maupun Lapor Gus. Salah satunya kemarin di Kecamatan Balongpanggang,” tutur Bupati Yani.

Ia menyebut Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang menjadi wilayah yang saat ini membutuhkan perhatian. Sementara sejumlah wilayah lain mulai terantisipasi dengan adanya layanan air perpipaan.

Pemkab Gresik Pastikan Anggaran untuk Kebutuhan Air Tercukupi

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

Dari sisi anggaran, Yani memastikan dukungan untuk penanganan kebutuhan air bersih masih tersedia. Pemkab Gresik juga telah menambah alokasi anggaran melalui perubahan APBD untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“Alhamdulillah anggaran masih cukup. Di P-APBD kemarin juga ada tambahan untuk kebutuhan air bersih di musim kemarau ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo menekankan pentingnya kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Ia meminta PMI di kabupaten dan kota memastikan personel dan posko selalu siap serta memperkuat koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.

“Kesiapan relawan harus lebih baik dan lebih handal. Kalau terjadi pengungsian, yang paling utama adalah membantu dapur umum, kemudian evakuasi dan kebutuhan lainnya,” ujar Imam.

Imam juga mengingatkan masyarakat dan relawan untuk mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana.

“Kesiapan relawan dan kesiapan anggota kita harus selalu siap. Kita bersama-sama dengan instansi terkait dan BPBD akan bisa bergerak bersama-sama,” pungkasnya.

Penulis: HMS

Editor: Redaksi