Kakek 70 Tahun Terbawa Arus Banjir di Kediri Belum Ditemukan

KEDIRI, Lingkar.news Warga Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Tekad (70) yang hanyut terbawa banjir masih dalam pencarian hingga Kamis, 22 Mei 2025.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengemukakan tim masih mencari korban terbawa arus banjir di Kediri.

“Tak lupa kita umbulkan doa terbaik agar Mbah Tekad satu korban hilang di Desa Blimbing bisa segera ditemukan,” katanya di Kediri, Kamis, 22 Mei 2025.

Hanindhito menyebut, dari laporan BPBD, kerusakan rumah akibat bencana banjir dan tanah longsor tersebar di sejumlah titik. Untuk Desa Petungroto sebanyak 24 rumah akibat longsor.

Kemudian, di Desa Pamongan dua rumah rusak akibat longsor, Desa Ngetrep akses jalan tertutup material longsor dan di Desa Blimbing, dua rumah rusak akibat banjir.

Pihaknya meminta masyarakat mewaspadai ancaman bencana susulan. Untuk sementara waktu, masyarakat yang rumahnya terdampak bencana dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Stevanus Djoko Sukrisno, mengatakan bahwa sesuai standar operasional prosedur (SOP), pencarian korban dilakukan hingga tujuh hari atau sampai Jumat, 23 Mei 2025 sejak korban hanyut setelah banjir bandang yang terjadi pada Sabtu, 17 Mei 2025 dini hari.

Tim melakukan penyisiran tidak hanya di sepanjang Sungai Bruni yang melintas di dekat rumah korban, melainkan sudah sampai ke Sungai Brantas, hingga Bendungan Waru Turi, Kabupaten Kediri, tapi masih nihil.

Dalam pencarian tersebut, BPBD Kediri juga dibantu relawan lainnya seperti dari Tim SAR, Satpol PP Kabupaten Kediri dan lainnya. Pencarian dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan.

Di lokasi sungai dekat rumah korban, petugas melakukan pencarian dengan susur sungai, salah satunya, karena medan yang cukup sulit dengan banyaknya batu besar.

Sementara itu, pemkab juga sudah melakukan evaluasi terkait dengan kerugian akibat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama mengatakan untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor, pihaknya menggunakan alat berat.

Dari tiga titik yang tertutup di Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, baru satu yang telah tertangani.

“Untuk penanganan talud dan jalan yang rusak nanti ditangani Dinas PUPR secepatnya, mungkin kami mulai paling lambat minggu depan,” ucapnya.

Dirinya mengatakan, untuk bagian belakang rumah warga yang terdampak longsor nantinya dibuatkan pelengsengan, setelah itu dilanjutkan untuk rehab rumah warga yang terdampak.

Jurnalis: Antara
Editor: Ulfa Puspa