padang rumput di kawasan gunung bromo terdampak kebakaran 750x536 1

MALANG, Lingkar.news Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, mulai terlokalisasi. Namun, satu titik api di wilayah Pasuruan masih menyala dan sulit dipadamkan karena berada di kawasan tebing dengan medan terjal.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan tim gabungan terus melakukan percepatan penanganan karhutla, sementara titik panas yang tersisa relatif sudah berhasil dilokalisasi.

“Saya update tadi malam Pak Kepala BNPB ingin memaksimalkan, hari ini mudah-mudahan bisa selesai. Hotspot-nya (titik panas) relatif sudah dilokalisasi,” kata Khofifah di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Rabu (12/8/2026).

Menurut Khofifah, titik panas masih ditemukan di kawasan Gunung Bromo sisi Kabupaten Pasuruan. Upaya pemadaman terus diintensifkan melalui jalur udara.

Baca juga: Gunung Bromo Ditutup Total akibat Kebakaran, 2.056 Wisatawan Ajukan Refund Tiket

Pemadaman water bombing dilakukan dengan mengerahkan dua helikopter BNPB berkapasitas 1.000 liter dan 4.000 liter, serta helikopter bantuan dari Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh dan Provinsi Jawa Tengah.

“Kan bantuan helikopter dari BNPB ada dua unit, yang satu kapasitas 1.000 liter dan yang Puma 4.000 liter. Ada lagi bantuan dari Abdulrachman Saleh, pemerintah provinsi juga mendatangkan dari Jawa Tengah, kami sewa,” ujar Khofifah.

Tim gabungan juga mengoptimalkan drone water spray untuk melakukan pembasahan di sejumlah area. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru setelah proses pemadaman.

Penanganan karhutla Bromo menghadapi sejumlah kendala akibat kondisi alam, terutama angin kencang dan kabut. Kondisi tersebut sempat mengganggu operasional helikopter dalam melakukan pemadaman dari udara.

“Akhirnya dua heli tidur dalam tanda kutip ya di Ranu Pani tapi tadi pagi sudah beroperasi kembali. BNPB berharap secepat mungkin karena helikopter perbantuan diharapkan bisa dibuat memadamkan di provinsi lain,” ucap Khofifah.

Sementara itu, Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan titik api yang masih muncul berada di wilayah Pasuruan.

“Satu-satunya titik yang masih menyala saat ini berada di kawasan Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan,” kata Wahyu yang juga Danrem 083/Baladhika Jaya.

Menurut Wahyu, titik api berada di area tebing dengan kontur medan terjal sehingga menyulitkan petugas melakukan pemadaman secara manual melalui jalur darat.

Karena itu, pemadaman melalui jalur udara menjadi andalan untuk menjangkau lokasi tersebut. Sementara petugas di darat tetap melakukan pendinginan, pemantauan, dan pemadaman terhadap titik api kecil.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki