Kios Pasar Relokasi di Kawasan Stadion Brantas Mulai Dibongkar

KOTA BATU, Lingkar.news Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai membongkar kios pasar relokasi yang terletak di kawasan luar Stadion Brantas di Jalan Sultan Agung, Kota Batu, Jawa Timur. Lokasi tersebut menjadi tempat para pedagang untuk berusaha saat pembangunan Pasar Induk Among Tani.

Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan bahwa setelah pembongkaran kios-kios tersebut, kawasan luar Stadion Brantas akan ditata untuk dikembalikan ke fungsi awal.

“Proses pembongkaran dan pembersihan sisa kios pasar yang ditinggalkan oleh pedagang mulai dilaksanakan. Kawasan Stadion Brantas mulai ditata kembali,” terangnya, Rabu, 17 April 2024.

Aries menjelaskan, luas kios pasar relokasi yang dibongkar tersebut kurang lebih 4.544 meter persegi, dengan lelang yang telah diumumkan oleh pemerintah Kota Batu senilai Rp159,58 juta untuk proses tersebut.

Menurutnya, proses pembongkaran kios-kios yang berada di sekeliling Stadion Brantas diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.

Para pedagang yang saat ini masih berjualan di dalam Stadion Brantas saat ini sedang menunggu kepastian untuk dipindahkan ke Pasar Induk Among Tani yang dibangun dengan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp166 miliar itu.

“Proses pembongkaran direncanakan memakan waktu satu bulan. Sedangkan untuk pedagang yang masih di dalam area stadion, masih menunggu kepastian kepindahan ke Pasar Induk Among Tani,” bebernya.

Pasar relokasi tersebut disiapkan Pemkot Kota Batu untuk menampung para pedagang pada saat pembangunan Pasar Induk Among Tani pada 2021. Pemerintah Kota Batu menyiapkan kurang lebih 1.191 kios untuk menampung para pedagang di pasar relokasi.

Sementara itu di dalam area Stadion Brantas, ada kurang lebih sebanyak 1.097 pedagang yang mendapatkan tempat sementara. Para pedagang tersebut, secara keseluruhan akan ditempatkan di Pasar Induk Among Tani.

Pasar Induk Kota Batu dibangun dengan konsep tiga lantai. Di lantai pertama merupakan area basah seluas 14.990,62 meter persegi dan di lantai dua merupakan area kering seluas 14.143,63 meter persegi.

Kemudian di lantai tiga, disiapkan untuk tempat kuliner dan kantor dengan luas 6.032,86 meter persegi. Pasar yang dibangun di atas lahan seluas 3,4 hektare tersebut, juga memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ramah lingkungan.

Pasar yang berada di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, itu mulai dibangun pada 2021 dan memiliki 1.716 kios serta 914 los, dengan daya tampung kurang lebih 2.630 pelaku usaha atau pedagang. (Lingkar Network | Anta – Lingkar.news)