
GRESIK, Lingkar.news – Pemerintah menggandeng PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk mengoptimalkan jaringan gas bumi atau jargas rumah tangga di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono mengatakan pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional.
“Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Agung dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Hal tersebut disampaikan Agung saat mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta dalam kunjungan kerja ke jaringan gas bumi di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah meninjau jaringan gas bumi yang dibangun melalui APBN tahun anggaran 2025-2026, termasuk persiapan pengoperasiannya.
Agung mengatakan pengembangan jargas menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi beban subsidi energi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada 2025-2026, pemerintah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sekitar 7.000 SR masing-masing dibangun di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.
Pemerintah juga mulai mempercepat pembangunan jargas pada tahun ini dengan target mencapai 1 juta SR hingga 2028.
“Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR,” ujar Agung.
Pengembangan Jargas Rumah Tangga Jadi Prioritas
Konektivitas jaringan transmisi gas, salah satunya Pipa Cirebon-Semarang, menurut Agung menjadi fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan pengembangan jargas merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk mendukung swasembada energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.
Pembangunan jaringan gas kota juga masuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional pada Rencana Kerja Pemerintah 2027. Sementara pembangunan jaringan gas perkotaan tercantum sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025-2029 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Ditjen Migas Kementerian ESDM sebelumnya telah membangun jargas menggunakan APBN sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010 dengan PGN sebagai operator.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan perseroan siap mendukung pengembangan dan pengelolaan jargas yang dibangun pemerintah sesuai dengan peran, mekanisme, serta penugasan yang ditetapkan.
“PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga dan pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari pemerintah melalui skema APBN. Ke depan, PGN siap mendukung atas penugasan pengelolaan sesuai dengan peran, mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan,” ucap Hery.
Sebagai operator, PGN memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, termasuk menjaga integritas aset, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, serta pelayanan gas bumi kepada masyarakat.
Secara nasional, PGN telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga.
PGN juga mengembangkan pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa maupun skema di luar jaringan pipa, termasuk compressed natural gas (CNG), untuk menjangkau wilayah dan kebutuhan yang belum dapat dilayani melalui jaringan pipa.
Pemerintah selanjutnya akan terus memperluas program jargas melalui sinergi dengan pemangku kepentingan guna memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi domestik.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi