1791790130 peringatan hut ke 81 provinsi jawa timur dirangkai dengan penyerahan sk pppk paruh waktu bupati gresik tekankan kinerja dan pelayanan publik gATnik 750x536 1

GRESIK, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik merencanakan pemberian tambahan penghasilan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu untuk dialokasikan sebagai tunjangan hari raya (THR) pada 2027.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Lapangan Kantor Bupati Gresik, Senin (12/10/2026).

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu mengatakan, Pemkab Gresik terus berupaya meningkatkan kesejahteraan ASN, termasuk PPPK paruh waktu, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Tahun depan, kami merencanakan tambahan penghasilan bagi PPPK paruh waktu untuk dialokasikan sebagai THR. Pada tahun berikutnya, mudah-mudahan dapat ditingkatkan lagi melalui pemberian gaji ke-13 dan ke-14, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan diiringi peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Rencana tersebut disampaikan di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah. Gus Yani menegaskan, Pemkab Gresik tetap berupaya memenuhi hak-hak ASN, termasuk mempertahankan pemberian tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi pegawai negeri sipil (PNS) secara penuh tanpa pemotongan.

“Di tengah isu efisiensi anggaran dan pemotongan TKK, Pemerintah Kabupaten Gresik tetap berupaya memenuhi hak-hak ASN. Khusus bagi PNS, TPP tetap diberikan secara penuh tanpa pemotongan. Kami akan terus berusaha menjaga kesejahteraan pegawai sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Bupati Gresik.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Gresik menyerahkan surat keputusan (SK) perpanjangan masa kerja bagi PPPK paruh waktu. Penyerahan dilakukan dalam rangkaian upacara yang diikuti aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gresik.

Gus Yani meminta seluruh pegawai mengimbangi upaya peningkatan kesejahteraan dengan tanggung jawab dan profesionalisme dalam bekerja. Ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja agar pelayanan publik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya meminta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk bekerja dengan baik, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bekerjalah dengan ikhlas dan profesional, karena tantangan yang dihadapi masyarakat ke depan semakin beragam. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan melalui pelayanan yang berkualitas,” tegasnya.

Pemkab Gresik Ingatkan PPPK Jaga Integritas dan Patuhi Aturan

Ia juga mengingatkan PPPK agar menjaga integritas dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan menoleransi pelanggaran hukum maupun disiplin kerja.

“Saya tidak ingin mendengar lagi ada PPPK yang bermasalah, baik terkait persoalan hukum maupun pelanggaran lainnya. Kesempatan untuk mengabdi harus dijaga dengan menunjukkan kinerja dan integritas. Pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi apabila pegawai tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan baik,” tandasnya.

Upacara tersebut sekaligus memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. Gus Yani bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur.

Dalam sambutan tersebut, pemerintah provinsi menyoroti pelaksanaan sembilan program pengabdian melalui Nawa Bhakti Satya sebagai arah pembangunan Jawa Timur periode 2025–2029. Program tersebut mencakup perlindungan sosial, perluasan kesempatan kerja, penguatan ketahanan pangan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan konektivitas wilayah.

Data dalam sambutan mencatat perekonomian Jawa Timur pada semester I 2026 tumbuh 5,84 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen. Realisasi investasi mencapai Rp72,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 135.651 orang.

Meski demikian, pemerataan pembangunan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan konektivitas antarwilayah masih menjadi perhatian pemerintah.

Penulis: HMS

Editor: Redaksi