
GRESIK, Lingkar.news – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong alumni Program Bunda Puspa menjadi penggerak pelaku usaha di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi perempuan.
Dorongan tersebut disampaikan Fandi saat membuka Pelatihan Usaha untuk Pemberdayaan Ekonomi Program Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, baru-baru ini.
Menurut Fandi, potensi ekonomi perempuan di masyarakat perlu terus dioptimalkan melalui peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi. Karena itu, program Bunda Puspa diharapkan tidak berhenti pada pelatihan keterampilan, tetapi berlanjut hingga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Yang saya inginkan, kader-kader Bunda Puspa kesejahteraannya semakin naik. Ketika pelatihan ini memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat, maka peran Dinas KBPPPA menjadi sangat penting untuk mengoordinasikan seluruh elemen, baik internal maupun eksternal,” ujarnya.
Fandi menekankan pentingnya pendampingan bagi alumni setelah mengikuti pelatihan. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kemampuan mereka mengembangkan keterampilan menjadi kegiatan ekonomi.
Untuk itu, ia mendorong sinergi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan. Alumni Bunda Puspa diharapkan dapat diarahkan menjadi pelaku usaha melalui fasilitasi legalitas usaha, akses permodalan hingga pengembangan usaha.
“Bunda Puspa ini didampingi, dilatih, kemudian dilepas ke masyarakat. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, selesai juga programnya. Harus ada pendampingan sampai mereka benar-benar bisa menjadi pelaku usaha,” tegasnya.
Selain mengembangkan usaha secara mandiri, Fandi berharap alumni Bunda Puspa dapat menjadi penggerak pemberdayaan perempuan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada perempuan lain mulai dari tingkat dusun, desa, RT hingga RW.
“Minimal alumni Bunda Puspa bisa menjadi alumni yang hebat. Bisa mengajar di lingkungan terkecil, di dusun, desa, RT maupun RW. Punya pengalaman dan mampu mendampingi perempuan-perempuan lain agar semakin hebat,” lanjutnya.
Bupati Gresik Dorong Kolaborasi Berbagai Program Pemberdayaan
Menurut Fandi, Program Bunda Puspa juga memiliki keterkaitan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya dalam aspek pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mendorong agar program tersebut dikolaborasikan dengan berbagai program pemberdayaan lainnya, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH). Menurutnya, peningkatan kesejahteraan keluarga perlu diikuti penguatan kapasitas ekonomi, salah satunya melalui pemberdayaan perempuan.
Program Bunda Puspa telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Gresik sejak 2022. Pemerintah daerah kini mendorong agar alumni program tersebut memberikan dampak lebih luas di tengah masyarakat.
“Sejak 2022 kita pertama kali menjalankan Bunda Puspa. Sekarang kita harus melihat, apakah lulusan atau alumni Bunda Puspa sudah memberikan dampak di tengah masyarakat. Itu yang harus kita kawal bersama,” kata Bupati Yani.
Pelatihan tersebut diikuti para kader Bunda Puspa dengan melibatkan perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi perempuan, serta pemerintah kecamatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, tim pelaksana Bunda Puspa, Universitas Airlangga, para camat dan kader Bunda Puspa, serta organisasi perempuan, antara lain Fatayat, Aisyiyah, GOW dan Puspa Pinatih.
Pemkab Gresik berharap program Bunda Puspa dapat berjalan secara berkelanjutan, tidak hanya meningkatkan keterampilan perempuan, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha dan penggerak pemberdayaan di lingkungan masing-masing.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi