1785755132 mensos saifullah yusuf apresiasi pemkab gresik dalam penjangkauan siswa siswi sekolah rakyat bagi keluarga prasejahtera r9s4dL 750x536 1

GRESIK, Lingkar.news – Sebanyak 405 siswa mulai menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Gresik, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Para siswa tersebut mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum memasuki kegiatan belajar-mengajar secara penuh.

Siswa yang mengikuti pendidikan di sekolah berasrama tersebut berasal dari berbagai jenjang, yakni 90 siswa Sekolah Dasar (SD), 90 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), 90 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 75 siswa SRMA, serta 60 siswa dari Kabupaten Lamongan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik, Senin (3/8/2026), mengatakan pelaksanaan MPLS menjadi tahap penting bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta kehidupan di sekolah berasrama.

“Terima kasih Bupati Gresik, meskipun pembangunan SRT belum rampung 100% namun sudah bisa ditempati dan memenuhi kuota di masing-masing jenjang. Sebelum memasuki kegiatan belajar-mengajar secara penuh, seluruh siswa diwajibkan mengikuti rangkaian MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta kehidupan di sekolah berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan MPLS, siswa Sekolah Rakyat juga mendapatkan pendampingan melalui Program Taruna Bhakti yang melibatkan taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian. Program tersebut bertujuan membangun karakter, kedisiplinan, serta kemandirian siswa sejak awal mengikuti pendidikan.

Lebih dari 1.000 taruna Akademi TNI dan Akpol terpilih mengikuti program tersebut. Setiap titik Sekolah Rakyat mendapatkan pendampingan lima taruna selama lima hari.

“Penempatan taruna Akademi TNI dan Akpol melalui Program Taruna Bhakti bertujuan membangun fondasi karakter, melatih kemandirian, serta menjadi teladan bagi siswa Sekolah Rakyat selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” tegasnya.

Gus Ipul menjelaskan, penerimaan siswa Sekolah Rakyat dilakukan melalui proses penjangkauan terhadap keluarga miskin dan miskin ekstrem. Ia memastikan proses tersebut berjalan tanpa adanya praktik titip-menitip dari pihak tertentu.

“Tidak ada titip-titipan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada titipan gubernur, bupati, camat, atau kepala desa,” ujar Gus Ipul.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintah untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui pendidikan berasrama, program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membantu memutus mata rantai kemiskinan.

“Sekolah Rakyat dimulai sejak 2025 dengan beroperasinya sekolah rintisan di 166 lokasi dengan sekitar 15.000 siswa baik jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekarang, anak-anak yang dahulu putus harapan kini Sekolah Rakyat menjawab mereka dalam meraih impian dan cita-citanya,” tutup Gus Ipul.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Sekolah Rakyat menjadi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

“Sekolah Rakyat ini memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung. Termasuk mereka dari keluarga miskin ekstrem, untuk belajar dan berpeluang menjadi orang sukses di masa depan. Ini adalah mandat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Menurut Gus Yani, Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pendidikan gratis berbasis asrama.

“Alhamdulillah ada 405 siswa dengan rincian dari SD, SMP, SMA masing-masing 90 juga ada 75 siswa SRMA yang sudah berjalan satu tahun serta 60 anak dari Kabupaten Lamongan. Melalui sekolah berasrama gratis ini, kita ingin melahirkan generasi unggul yang berkarakter kuat. Kami memadukan kurikulum standar nasional dengan kearifan lokal yang religius agar para siswa siap menghadapi masa depan,” ujar Gus Yani di sela-sela peninjauan lokasi.

Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Pemerintah berharap keberadaan sekolah tersebut dapat memberikan ruang belajar yang layak bagi siswa sekaligus membentuk generasi yang mandiri dan berkarakter.

Jurnalis: Hms

Editor: Redaksi