
Jember, Lingkar.news – Perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember kembali normal pada Selasa (3/11), setelah terdampak longsor di petak jalan Kalibaru–Mrawan, Banyuwangi, dan gogosan tanah di petak jalan Sempolan–Ledokombo, Kabupaten Jember.
Manager Hukum dan Humas Daop 9, Cahyo Widiantoro, di Jember, Selasa (3/11/2026), mengatakan seluruh lokasi yang sebelumnya mengalami gangguan sudah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
“Saat ini, seluruh lokasi yang sebelumnya mengalami gangguan telah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal sesuai ketentuan perjalanan,”
Menurut Cahyo, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember telah kembali lancar dan seluruh KA berangkat tepat waktu.
Perjalanan yang sebelumnya mengalami penahanan maupun pengaturan pola operasi melalui overstappen, seperti KA Tawangalun relasi Ketapang–Malang Kota Lama dan KA Sritanjung relasi Ketapang–Lempuyangan, kini kembali beroperasi normal. KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang yang dibatalkan pada Senin (2/11) juga telah kembali beroperasi dan berangkat tepat waktu.
Penanganan Gogosan dan Longsor di Jalur KA
KAI telah menyelesaikan penanganan awal gogosan tanah di KM 10+0/10 petak jalan Sempolan–Ledokombo. Dengan penanganan tersebut, jalur kembali dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
Cahyo mengatakan penguatan prasarana tetap dilanjutkan meskipun jalur sudah dapat digunakan secara normal.
“Kemudian pekerjaan penguatan dan pemantauan kondisi prasarana tetap dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kestabilan badan jalan dan memastikan keselamatan perjalanan kereta api,”
Sementara itu, penanganan longsoran di KM 32+2/3 petak jalan Kalibaru–Mrawan dilakukan dengan memperkuat tebing menggunakan rel pancang dan bronjong. Setelah penanganan dan pemeriksaan kondisi jalur, lokasi tersebut juga dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
Cahyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang menangani gangguan serta kepada penumpang atas kesabaran dan pengertian mereka selama proses penanganan berlangsung.
“Alhamdulillah, seluruh lokasi yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal,”
Ia kembali menegaskan bahwa operasional KA di wilayah Daop 9 Jember telah normal dan seluruh KA berangkat tepat waktu, sekaligus mengapresiasi kerja keras petugas di lapangan.
Pemantauan Jalur dan Patroli Prasarana Tetap Dilakukan
Meski perjalanan kereta api kembali normal, Cahyo mengatakan petugas tetap melakukan langkah-langkah kewaspadaan untuk menjaga keselamatan perjalanan.
“Meski operasional telah kembali normal, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan melalui pemeriksaan berkala terhadap kondisi jalur, pemantauan kestabilan tanah dan tebing, serta memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik,”
Pemeriksaan dan patroli prasarana terus dilakukan, terutama pada titik-titik yang memerlukan perhatian khusus. Langkah ini bertujuan mendeteksi potensi gangguan sedini mungkin.
Cahyo juga mengajak masyarakat di sekitar jalur kereta api untuk ikut menjaga lingkungan prasarana dan melaporkan tanda-tanda gangguan kepada petugas.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur kereta api, agar ikut menjaga lingkungan prasarana perkeretaapian dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi pergerakan tanah, longsoran, maupun gangguan saluran air di sekitar jalur KA,”
Ia menegaskan keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, pemantauan dan perawatan prasarana akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Pewarta: Agung Suryono
Editor: Saiful Muhlis
