
SUMENEP, Lingkar.news – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 46 kejadian luar biasa (KLB) campak pada 42 kabupaten/kota di 14 provinsi, salah satunya di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Direktur Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine menyampaikan hingga 24 Agustus 2025 terdapat total 2.139 kasus suspek atau dugaan campak di Sumenerp. Dari dua ribuan kasus suspek itu terdapat 205 kasus positif dengan angka kematian mencapai 17 kematian.
Prima menjelaskan campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular dan ditandai dengan ruam kulit di seluruh tubuh dan gejala seperti flu yang disebabkan oleh virus rubella.
“Penyakit ini sangat menular, bahkan penularannya itu lebih cepat kalau dibandingkan dengan Covid-19, jadi sangat-sangat menular,” ucap Prima dalam konferensi pers mengenai penanganan KLB Campak yang dipantau dari Sumenep pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Walaupun merupakan penyakit menular, Prima menjelaskan bahwa campak dapat dicegah melalui imunisasi.
Oleh karena itu pihaknya mengimbau orang tua ataupun para pengasuh tidak boleh menunda waktu bagi anaknya untuk mendapatkan imunisasi campak di fasilitas kesehatan terdekat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan para pengasuh, untuk segera membawa anak ke fasilitas posyandu, puskesmas, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat lainnya yang memberikan layanan imunisasi,” tuturnya.
Kemenkes telah memasukkan imunisasi campak dalam Program Imunisasi Nasional. Dalam program itu terdapat tiga kali waktu imunisasi yang meliputi usia anak 9 bulan, 18 bulan, dan pada saat berada di kelas 1 sekolah dasar.
Prima menjelaskan bahwa pemberian imunisasi campak pada anak dilakukan minimal sebanyak dua kali yakni di usia anak mencapai 9 bulan dan 18 bulan.
Imunisasi tersebut harus dilakukan guna mencegah penyebaran kasus campak pada anak, mengingat saat ini sejumlah provinsi telah mengalami KLB campak.
“Memang perlu diberikan imunisasi agar secara aktif nak itu membentuk sendiri antibodi terhadap campak,” ucapnya.
Pada Senin, 25 Agustus 2025 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur menggelar imunisasi masal untuk menangani KLB campak.
“Pelaksanaan imunisasi masal ini melibatkan tenaga medis dari 26 puskesmas di Kabupaten Sumenep dan langkah ini sebagai upaya untuk menangani penyebaran kasus campak,” kata Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim saat meninjau pelaksanaan imunisasi di TK Rumah Kita, Sumenep.
Wabup menjelaskan, imunisasi masal campak kali ini menyasar anak usia 1 hingga 4 tahun dengan jumlah total sasaran sebanyak 78.569 anak se-Kabupaten Sumenep.
“Kami juga mengajak para orang tua untuk tidak khawatir dengan imunisasi ini, karena imunisasi terbukti sangat efektif mencegah campak,” ucapnya.
Para orang tua diminta untuk tidak menunda imunisasi demi kebaikan dan melindungi anak dari penyakit campak.
“Prinsip lebih baik mencegah dari pada mengobati harus kita gunakan, demi kebaikan dan masa depan yang lebih baik,” katanya.
Imunisasi masal campak di Sumenep ini akan berlangsung selama 21 hari, yakni mulai 25 Agustus hingga 14 September 2025.
Jurnalis: Rara
Editor: Ulfa Puspa