Ganjar Mahfud Unggul di TPS Jusuf Kalla dan Sultan HB X Ini Hasilnya

JAKARTA, Lingkar.news Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD tercatat unggul di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tempat Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mencoblos.

Adapun JK menggunakan hak suara di TPS 03 halaman SMA Pangudi Luhur, RW 02, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“(Ganjar) unggul dari 234 suara, namun masih ada satu suara hilang karena yang mendaftar ada 235 pemilih,” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 03 Sukarjo di Jakarta, pada Rabu, 14 Februari 2024.

Sukarjo menyebutkan, pasangan Ganjar-Mahfud unggul dengan 82 suara, kemudian disusul oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan 80 suara serta paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan 72 suara.

Meski terdapat satu surat suara yang hilang, namun suara tersebut tidak akan memengaruhi keunggulan pasangan Ganjar-Mahfud di TPS itu.

Capaian suara di TPS 03 yang diungguli oleh paslon Ganjar-Mahfud tentunya menarik, lantaran JK merupakan salah satu tokoh nasional pendukung paslon nomor urut 1, yakni Anies-Muhaimin.

Selain itu, Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar-Mahfud juga unggul dalam perolehan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 12, Ndalem Cokronegaran, Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta, DI. Yogyakarta. 

Berdasarkan hasil penghitungan suara di TPS 12, pada Rabu, 14 Februari 2024 Ganjar-Mahfud meraih 117 suara, disusul pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 76 suara, dan pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih 35 suara. 

Tercatat ada 228 suara sah dan 2 suara tidak sah dari total 230 orang yang menggunakan hak pilihnya di TPS tempat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta keluarga menggunakan hak suara. 

“Total keseluruhan 228 suara dan dua suara tidak sah,” kata Ketua KPPS TPS 12 Cokronegaran, Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta, Suroto. 

Terkait 2 surat suara yang dinyatakan tidak sah, Suroto menjelaskan salah satu di antaranya karena tiga gambar pasangan calon dicoblos semuanya dan satu lainnya tidak ada yang dicoblos. 

Menurut Suroto, tidak ada protes atau keberatan dari para saksi terhadap hasil penghitungan suara calon presiden dan calon wakil presiden yang berlangsung sekitar dua jam itu. 

Dari total 283 orang yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 12, dia mengakui banyak yang tidak menggunakan hak suara atau sebanyak 53 orang tidak datang. 

“Kalau tidak datang kita kembalikan, kami silang dulu. Iya dirusak dulu kita anggap rusak,” ujar dia. 

Setelah proses penghitungan suara rampung seluruhnya, kata dia, nantinya akan langsung dikirim melalui aplikasi Sirekap. 

Suroto memperkirakan penghitungan seluruh surat suara termasuk DPRD kabupaten/kota, DPRD DIY, DPRD RI, serta DPD RI di TPS 12 bakal rampung pada Kamis dini hari, 15 Februari 2024.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo meminta kepada seluruh pihak untuk menunggu hasil penghitungan suara resmi yang keluar dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Keputusan KPU pusat jadi acuan kami. Apa pun hasil yang diperoleh ya harus diterima dengan lapang dada. Ini jadi perhatian kami bersama, kami gerakkan lebih masif, namun hasilnya hanya seperti ini,” ujarnya.

Rudy juga meminta kepada para simpatisan untuk tidak perlu melakukan pergerakan apa pun tanpa perintah darinya.

“Kader PDIP kami nilai kader militan, tak openi (saya rawat) sudah bertahun-tahun. Anak-anak saya yang ada di wilayah tidak boleh melakukan apa pun yang merugikan masyarakat,” tuturnya. (Lingkar Network | Anta – Lingkar.news)